Stoner Tuding Ban Penyebab Kecelakaannya

Kompas.com - 01/09/2008, 16:11 WIB

JAKARTA, SENIN — Musibah yang dialami Casey Stoner betul-betul membuatnya sedih. Karena Ducati sangat berharap pembalap Australia itu bisa memenangi balapan di Sirkuit Misano, Italia, yang boleh dibilang rumah sendiri bagi pabrikan  motor itu.

Apa yang diharapkan tidak menjadi kenyataan. Juara dunia MotoGP 2007 itu terjatuh saat lomba belum menempuh setengah putaran dari total 28 lap. Musibah itu membuat dirinya kini tertinggal 75 angka dari Valentino Rossi yang kian mantap di posisi teratas sementara.

Sulit rasanya bisa mengambil alih klasemen pimpinan dari tangan pembalap Italia itu. Karena, kalaupun Stoner terus menjuarai di sisa lima balapan, tapi Rossi bertahan di finish kedua, bisa dipastikan Rossi juara dunianya. Sementara itu, Rossi sendiri sudah bertekad tak ingin memainkan taktik finish kedua.

Berarti, dalam dua balapan, di Brno (Ceko) dan Misano (Italia), Stoner terus mengalami kecelakaan. "Minggu yang sangat mengecewakan. Padahal, mulai dari latihan resmi sampai kualifikasi saya sudah menunjukkan performa yang bagus," kata Stoner.

Ia menuding roda depan penyebab kecelakaannya. "Daya cengkeramnya kurang bagus. Saya sudah merasakan di lap awal kalau gripnya tidak benar," keluh Stoner. Faktor lainnya, tulang di pergelangan tangan kiri yang sempat retak kambuh sehingga menimbulkan rasa nyeri. Ia coba menutup cedera itu dengan mengatakan kalau rasa nyerinya itu tidak mengganggu perjuangannya di seri ke-13 ini. "Kondisi sungguh mengecewakan dan saya harus menunggu sampai akhir rangkaian kejuaraan," tutur Stoner.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau