Beli Tiket KA? Jangan Lupa Bawa KTP

Kompas.com - 01/09/2008, 19:47 WIB

JAKARTA, SENIN- Terhitung mulai 31 Agustus kemarin, Departemen Perhubungan mengumumkan kebijakan baru bahwa pemesan tiket Kereta Api (KA) eksekutif untuk Angkutan Lebaran harus menyertakan foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Ini demi peningkatan pelayanan, sekaligus mengurangi gerak calo. Satu KTP dapat memesan maksimal empat tiket," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan (Dephub), Wendy Aritenang menjawab pers di Jakarta, Senin (1/9).

Penegasan tersebut disampaikan berkaitan dengan makin maraknya kegiatan percaloan tiket KA untuk angkutan lebaran tahun ini.  Menurut Wendy, PT KA ketika memeriksa tiket di atas KA yang sudah berjalan, maka minimal salah satu dari pemegang empat tiket itu harus memiliki nama yang sesuai dengan identitas di KTP ketika melakukan pembelian tiket. Jika ditemukan ada ketidaksesuaian, pemegang tiket akan diberi tindakan. 

Ditanya mengenai tindakan yang akan diambil, Wendy tidak bisa menjelaskannya dengan alasan hal itu diatur oleh PT KA. Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku untuk pemesanan tiket KA ekonomi.

Dihubungi terpisah, Kepala Humas PT KA Daerah Operasi (Daop) I Ahmad Sujadi membenarkan, pihaknya telah menerapkan sistem penjualan tiket yang mensyaratkan KTP mulai kemarin (31/8). Namun, kata dia, pada hari pertama, sejumlah calon penumpang tidak bisa menunjukkan fotokopi KTP karena belum ada sosialisasi. 

"Hanya sekitar 50 persen yang membawa fotokopi KTP. Mungkin karena sosialisasi kurang. Sebab, kebijakan ini baru diputuskan pada Sabtu (30/8) sore," katanya. 

Dia menambahkan, pihaknya tetap memberikan tiket kepada calon penumpang yang tidak membawa fotokopi KTP tersebut, setelah melakukan upaya memastikan pembeli tiket tidak akan menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau