Coca-Cola dan Care Peduli Gizi Buruk Balita di Kupang

Kompas.com - 01/09/2008, 20:12 WIB

JAKARTA, SENIN - Survei yang dilakukan oleh Care, Church World Service (CWS), dan Helen Keller International (HKI) tentang tingkat kesehatan dan nutrisi di Nusa Tenggara Timur (NTT) akhir 2007, membuat Coca-Cola dan Care akan melakukan program pemulihan dan perawatan kondisi Bawah Lima Tahun (Balita) yang tergejala gizi buruk.

Menurut General Manager Coca-Cola unit Balinusa, Yerki Teguh Basuki, program ini dilakukan oleh Coca-Cola sebagai bentuk rasa empati kepada masyarakat yang berada di Kabupaten Kupang, NTT. "Setelah melihat program yang diajukan oleh Care, kami langsung setuju, karena program ini sesuai dengan program kemasyarakatan yang diterapkan oleh Coca-Cola," ungkap Yerki di Jakarta, Senin (1/9).

Selain banyak Balita yang mengalami gizi buruk, Kupang dipilih karena Care sudah memiliki jaringan infrastruktur dan tenaga medis yang siap menjalankan tugas di sana. "Jaringan kami sudah baik di Kupang, sedangkan di daerah lain kita belum memiliki jaringan infrastuktur dan tenaga medis yang baik," kata dr. Sri Kusuma Hartani, Health Technical Program Leader, Care Indonesia.

Karena program ini sifatnya masih penjajakan, serta terganjal besarnya pembiayaan, Coca-Cola dan Care hanya menargetkan 250 Balita di Kupang, NTT, dapat mengalami perbaikan gizi dengan program tersebut. "Maunya sih semua Balita di Kupang dan daerah lainnya kita perbaiki gizinya, tapi terus terang dana kita tidak cukup bila harus memperbaiki semuanya. Sebab untuk penyediaan plaminat buat 250 Balita yang terdaftar sudah menghabiskan dana sekitar 30.000 US Dollar, karena makanan ini harus kita impor dari Prancis, belum biaya yang lain," sambung Sri.

Coca-Cola dan Care berharap dengan program ini, masyarakat menjadi paham akan pentingnya kesehatan dan mempunyai pandangan dalam mengkonsumsi makanan yang bergizi. "Karena kami tidak akan memberi makanan dan pengobatan saja, tapi juga pendidikan dan penyuluhan tentang makanan yang sehat dan bergizi," ujar Sri yang diamini oleh Yerki.

C11-08

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau