Laporan Wartawan Kompas C Windoro AT
JAKARTA, SELASA — Karena perselisihan kecil, tersangka Rasudin (50) diduga membunuh istrinya, Hajjah Hasnah (50), di rumah mereka di Muara Baru Ujung RT 20 RW 17, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut), Senin (1/9) pukul 03.00.
Kepala Polsek Metro Penjaringan Komisaris Asep Adisaputra kemarin menjelaskan, awalnya pasangan tersebut terlibat perselisihan. Tersangka lalu mengambil pisau dapur dan menikam ulu hati istrinya hingga tewas. Peristiwa terjadi di kamar, dini hari. ”Tak ada seorang pun saksi yang melihat hal ini. Meski putri-putri keduanya saat itu ada di rumah, tetapi mereka tidak melihat langsung kejadian tersebut,” tutur Asep.
Di rumah duka, Nurhayati (31), putri sulung tersangka, dengan air mata bercucuran mengatakan, ia bersaudara masih belum percaya ayahnya sadar membunuh ibunya. ”Saya menduga bapak tidak sadar waktu melakukan hal ini sebab sepanjang hari kedua orangtua kami tampak rukun. Ketika saya masuk kamar, ibu sudah roboh berlumuran darah. Bapak berdiri mematung. Waktu bapak saya peluk, dia pingsan. Waktu dibawa polisi dengan mobil pun bapak masih terkulai lemah,” tuturnya.
Ia didampingi adiknya, Herman (25). ”Waktu kejadian, saya tidak ada di rumah. Saya masih di Lampung,” kata Herman. Ia mengaku, beberapa puluh tahun lalu ayahnya pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Labuhan Beji, Sulawesi Selatan.
”Di Jakarta, kadang-kadang penyakit Bapak masih suka kambuh. Kalau sedang kambuh, Bapak justru menjadi pendiam. Bapak memang orangnya tertutup. Tidak banyak bicara,” ungkap Herman. Hal serupa disampaikan Asep. ”Orangnya tertutup. Selama pemeriksaan, penyidik sulit mengajak dia berbicara. Ucapannya pendek-pendek. Irit,” ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang