JAKARTA, SELASA - Harga rata-rata minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) antara Januari-Agustus 2008 mencapai 113,34 dollar AS per barrel, demikian siaran pers Ditjen Migas Departemen ESDM di Jakarta, Selasa (2/9). Disebutkan tingkat ICP tersebut lebih tinggi sedikit dibanding rata-rata periode Januari-Juli 2008 sebesar 113,02 dollar AS per barrel.
Pada Agustus, rata-rata ICP mencapai 115,56 dollar AS per barrel atau turun 19,4 dollar AS per barrel dari bulan Juli yang 134,96 dollar AS. Bahkan pada 11 Juli 2008, harga minyak dunia bahkan menyentuh rekor 147 dollar AS per barrel.
Sedang harga rata-rata ICP Januari 2008 tercatat 92,09 dollar AS per barrel, Februari 94,64 dollar, Maret 103,11 dollar, April 109,31 dollar, Mei 124,67 dollar dan Juni 132,36 dollar AS per barrel.
Dalam APBN Perubahan 2008, ICP ditetapkan 95 dollar AS per barrel. Sedang RAPBN 2009, pemerintah dan Komisi VII DPR menyepakati kisaran angka 90-110 dollar AS per barrel.
Penurunan ICP Agustus dibanding Juli itu seiring dengan turunnya harga minyak mentah di pasar internasional. Penyebab turunnya harga minyak dunia pada Agustus antara lain kekhawatiran pasar terhadap melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia terutama AS, Eropa, dan Asia yang berdampak pada penurunan permintaan energi.
Sebaliknya, produksi minyak mentah OPEC khususnya dari Arab Saudi, Iran, dan Angola mengalami kenaikan.
Faktor lain adalah menguatnya nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia khususnya euro dan yen Jepang, sehingga berdampak terhadap menurunnya penanaman modal di pasar minyak.
Selain juga, penurunan tingkat pemakaian konsumsi premium di AS pada semester pertama tahun ini hanya 800.000 barel per hari dibanding tahun sebelumnya dan merupakan penurunan terbesar sejak 1982.
Khusus di kawasan Asia Pasifik, turunnya harga minyak juga disebabkan penurunan permintaan BBM pembangkit listrik di Jepang, setelah beroperasinya kembali pembangkit listrik tenaga nuklir yang menjalani pemeliharaan berkala.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang