ICP Januari-Agustus Capai 113,34 Dollar AS

Kompas.com - 02/09/2008, 13:59 WIB

JAKARTA, SELASA - Harga rata-rata minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) antara Januari-Agustus 2008 mencapai 113,34 dollar AS per barrel, demikian siaran pers Ditjen Migas Departemen ESDM di Jakarta, Selasa  (2/9). Disebutkan tingkat ICP tersebut lebih tinggi sedikit dibanding rata-rata periode Januari-Juli 2008 sebesar 113,02 dollar AS per barrel.
    
Pada Agustus, rata-rata ICP mencapai 115,56 dollar AS per barrel atau turun 19,4 dollar AS per barrel dari bulan Juli yang 134,96 dollar AS. Bahkan pada 11 Juli 2008, harga minyak dunia bahkan menyentuh rekor 147 dollar AS per barrel.
    
Sedang harga rata-rata ICP Januari 2008 tercatat 92,09 dollar AS per barrel, Februari 94,64 dollar, Maret 103,11 dollar, April 109,31 dollar, Mei 124,67 dollar dan Juni 132,36 dollar AS per barrel.
    
Dalam APBN Perubahan 2008, ICP ditetapkan 95 dollar AS per barrel. Sedang RAPBN 2009, pemerintah dan Komisi VII DPR menyepakati kisaran angka 90-110 dollar AS per barrel.

Penurunan ICP Agustus dibanding Juli itu seiring dengan turunnya harga minyak mentah di pasar internasional. Penyebab turunnya harga minyak dunia pada Agustus antara lain  kekhawatiran pasar terhadap melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia terutama AS, Eropa, dan Asia yang berdampak pada penurunan permintaan energi.
    
Sebaliknya, produksi minyak mentah OPEC khususnya dari Arab Saudi, Iran, dan Angola mengalami kenaikan.
    
Faktor lain adalah menguatnya nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia khususnya euro dan yen Jepang, sehingga berdampak terhadap menurunnya penanaman modal di pasar minyak.
    
Selain juga, penurunan tingkat pemakaian konsumsi premium di AS pada semester pertama tahun ini hanya 800.000 barel per hari dibanding tahun sebelumnya dan merupakan penurunan terbesar sejak 1982.

Khusus di kawasan Asia Pasifik, turunnya harga minyak juga disebabkan penurunan permintaan BBM pembangkit listrik di Jepang, setelah beroperasinya kembali pembangkit listrik tenaga nuklir yang menjalani pemeliharaan berkala.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau