MILAN, SELASA - Sejak Jose Mourinho menjejakkan kakinya di San Siro dan dinyatakan resmi menjadi pelatih Inter Milan, Hernan Crespo adalah orang pertama yang merasa risih. Dia merasa, nasibnya akan sama seperti ketika masih berkostum Chelsea dan dilatih oleh orang yang sama--waktu itu Crespo dipinjamkan ke AC Milan dan Inter Milan.
Benar saja, ketika datang Mourinho langsung mengatakan bahwa Crespo bebas menentukan nasibnya untuk pergi ke klub mana pun, apalagi statusnya bebas transfer. Pasalnya, dia (Mourinho,red) tak memasukkan nama Crespo di dalam rencana tim, terutama untuk Liga Champions.
Mourinho tidak main-main. Nama striker Argentina itu tak didaftarkan di dalam skuad Nerazzurri yang akan tampil di Liga Champins.
Meskipun demikian, Crespo cuek. Menurut laporan Sportmediaset, mantan pemain Lazio yang pernah menyandang predikat pemain termahal itu tak menggubris "pengusiran" dirinya secara halus tersebut, malah dia dengan gamblang mengatakan rela menjadi "penghias untuk dipajang" di San Siro.
Crespo menegaskan, dirinya tak akan meninggalkan San Siro. Dia merasa betah dan nyaman meskipun hanya duduk di bangku cadangan dan tak pernah diberi kesempatan untuk bermain.
"Inter ingin mengusir saya? Sayang, itu tindakan yang sia-sia dan memalukan karena saya tidak akan pergi. Bahkan, jika saya untuk selamanya hanya duduk di bangku cadangan," tegas mantan pemain Parma itu kepada Sportmediaset, Selasa (2/9).
Sebenarnya, Sampdoria punya niat memakai jasa Crespo. Menjelang penutupan transfer pada 31 Agustus tengah malam, Inter sudah memberikan izin kepada Il Samp untuk menggaet striker tersebut. Namun Crespo dengan tegas menolak, sehingga dia tetap berkostum Nerazzurri. (GL/LOU)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang