NEW YORK, RABU - Nilai dollar AS menguat terhadap nilai mata uang terkemuka lainnya pada penutupan transaksi di bursa valas New York. Penguatan nilai dollar AS berlangsung saat harga minyak dunia merosot hingga kisaran 100 dollar AS per barrel.
Sementara nilai euro mencapai angka terendah dalam kurun hampir 7 bulan dan poundsterling berada di angka terendah dalam 28 bulan terakhir. Euro sempat merosot hingga 1,4465 per dollar AS dalam transaksi di Eropa, Selasa (2/9), sebelum merangkak naik menjadi 1,4518 per dollar AS dalam penutupan transaksi di New York. Poundsterling merosot nilainya hingga ke 1,7781 per dollar AS atau terendah sejak April 2006 sebelum sedikit terkoreksi menjadi 1,7825 per dollar AS dalam penutupan transaksi di New York.
Topan Gustav telah melemah kekuatannya belakangan dan infrastruktur minyak tidak mengalami kerusakan besar akibat terjangannya seperti dikhawatirkan sebelumnya. Hal ini berdampak ke penurunan minyak hingga di bawah 110 dollar AS per barrel.
Kontrak pengiriman minyak mentah light, sweet turun hampir 6 dollar AS per barrel serta ditutup pada 109,71 dollar AS per barrel di New York setelah sempat merosot hingga 105,46 dollar AS pada awal transaksi. Harga minyak dan dollar AS bersaing ketat dalam transaksi sepanjang tahun ini mengingat kalangan investor menggunakan komoditas minyak sebagai penyangga inflasi dan kemerosotan dollar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang