Aso Berpeluang Jadi PM

Kompas.com - 03/09/2008, 04:28 WIB

TOKYO, SELASA - Setelah Perdana Menteri Yasuo Fukuda memutuskan mundur, Senin (1/9), Jepang harus kembali mencari PM yang baru. Namun, kemungkinan pencarian itu tidak akan lama.

Mantan Menteri Luar Negeri Taro Aso (67), Selasa (2/9), telah menunjukkan kesediaan menjadi PM ke-11 menggantikan Fukuda. Aso yang kini menjabat Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Liberal (LDP) menyatakan diri mampu serta sanggup menggantikan posisi Fukuda. ”Sebagai orang yang kerap membahas berbagai masalah dengan Fukuda, seperti paket bantuan darurat ekonomi, saya kira saya juga mampu untuk melanjutkan tugas-tugas dan agenda Fukuda itu,” kata Aso di Tokyo, Selasa.

Pernyataan Aso tentang paket ekonomi darurat itu mengacu pada bantuan stimulus ekonomi sebesar 107 miliar dollar AS yang diumumkan Fukuda, Jumat lalu. Akan tetapi, dengan mundurnya Fukuda, paket ekonomi itu dikhawatirkan tidak akan terwujud. Untuk mengantisipasi kekosongan kekuasaan ditambah resesi ekonomi, Aso menegaskan bahwa ia kandidat yang mumpuni.

Bukan kali ini saja Aso mengajukan diri menjadi calon PM. Aso pernah tiga kali mencalonkan diri menjadi PM. Tahun lalu Aso juga mencalonkan diri, tetapi kalah dari Fukuda. Kini setelah Fukuda pergi, berdasarkan survei, Aso menjadi kandidat paling memungkinkan dan populer untuk menggantikan Fukuda.

Ketua Komite Urusan Umum LDP Takashi Sasagawa mengatakan, LDP akan membahas kepastian waktu pelaksanaan pemilihan pengganti pemimpin LDP. Menurut kantor berita Jiji Press, LDP mengincar tanggal 20 September untuk pemilu. Kantor berita Kyodo News memberitakan pelaksanaan pemilu internal itu kemungkinan besar tanggal 22 September.

Pemilihan tanggal pelaksanaan itu diyakini ada hubungannya dengan pemilu internal Partai Demokrat Jepang (JDP), oposisi, yang juga digelar tanggal 21 September. LDP diyakini hendak membayang-bayangi pemilu JDP yang mencalonkan Ichiro Ozawa sebagai PM.

Untuk sementara, baru Aso saja yang jelas ingin mencalonkan diri dari LDP. Padahal, sebenarnya Fukuda ingin ada beberapa kandidat yang mencalonkan diri.

Perempuan politisi

Menurut Sasagawa, kemungkinan ada calon lain selain Aso, yakni Yuriko Koike (56), perempuan politikus di Jepang yang pernah menjabat Menteri Pertahanan. Ada juga beberapa pemimpin di LDP yang berpotensi menjadi PM, seperti Menteri Ekonomi Kaoru Yosano dan perempuan politikus Seiko Noda (47) yang kini menjabat Menteri Urusan Konsumen.

Beberapa pengamat memperkirakan, PM baru dari LDP akan menghadapi persoalan yang sama dengan yang dihadapi Fukuda. Salah satu persoalan paling rumit adalah kebuntuan di parlemen akibat pertikaian sengit antara partai yang berkuasa dan oposisi sehingga tidak ada kebijakan yang benar-benar bisa diwujudkan untuk kepentingan rakyat. (REUTERS/AFP/AP/LUK)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau