Pejabat BPK akan Diminta Bersumpah

Kompas.com - 03/09/2008, 10:44 WIB

JAKARTA, RABU - Panitia Angket BBM kembali menggelar rapat konsultasi untuk yang kedua kalinya dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rabu (3/9). Dijadwalkan, Ketua BPK Anwar Nasution akan menghadiri rapat konsultasi ini setelah konsultasi pertama pada 21 Agustus lalu berhalangan hadir.

Sedianya, konsultasi dengan BPK hanya dijadwalkan dilakukan satu kali. Akan tetapi, karena ketidakpuasan sejumlah anggota Panitia Angket atas penjelasan BPK, maka konsultasi kembali dilanjutkan.

Anggota Panitia Angket asal FKB, Abdullah Azwar Anas mengatakan, jika BPK masih memberikan informasi yang mengambang dan tidak detail, maka fraksinya akan meminta pejabat BPK secara personal disumpah sebelum memberikan keterangan."BPK secara kelembagaan kan tidak mau disumpah. Jadi, lembaga jalan terus untuk memberikan informasi tentang audit yang telah dilakukan terhadap pengelolaan migas nasional. Kalau informasinya masih mengambang, FKB meminta pejabat BPK secara personal disumpah untuk memberikan keterangan," kata Anas, sebelum rapat konsultasi di Ruang Pansus C, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Agenda konsultasi pada hari ini adalah mengenai produksi lifting minyak mentah, harga minya mentah Indonesia, penerimaan negara dari minyak mentah dan cost recovery.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau