JAKARTA, RABU - Pegadaian menyiapkan dana sebesar Rp 3 triliun menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Perusahaan gadai plat merah itu menyiapkan dana tersebut guna mengantisipasi lonjakan penyaluran gadai dari masyarakat.
Manajer Komunikasi Pegadaian Iryanto mengatakan, omzet Pegadaian di bulan-bulan biasa berkisar Rp 2,5 triliun. "Biasanya kebutuhan akan dana tunai di bulan puasa dan menjelang Lebaran semakin besar," tuturnya.
Barang-barang yang biasanya digadaikan oleh masyarakat antara lain logam mulia emas, mobil, motor, serta perkakas elektronik. Dalam catatan Pegadaian, sebanyak 80 persen barang yang digadaikan nasabah ritel adalah logam mulia. Permohonan gadai di masa puasa juga datang dari para pengusaha kecil. Mereka butuh dana tunai untuk meningkatkan modal kerja.
Iryanto memperkirakan, lonjakan permintaan menggadaikan barang biasanya terjadi menjelang bulan puasa sampai seminggu sebelum Hari Raya. Setelah itu, masyarakat menebus kembali barang yang sudah digadaikan. Lonjakan kredit paling besar biasanya terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Karena itu, khusus di Jakarta dan sekitarnya, Pegadaian menyiapkan Rp 500 miliar.
Pegadaian juga yakin pengucuran kredit tahun ini mengalami kenaikan ketimbang tahun lalu. Pada 2007, omzet Pegadaian rata-rata berkisar Rp 1,7 triliun. Namun di masa puasa dan Lebaran, pengucuran kredit Pegadaian melonjak hingga Rp 2,2 triliun.
Ada beberapa faktor yang membuat pengucuran kredit Pegadaian semakin tinggi. Iryanto mengaitkan lonjakan omzet Pegadaian dengan merosotnya daya beli masyarakat, mengikuti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Permintaan kredit juga meningkat karena Pegadaian telah memperluas jaringan kantor mereka. Saat ini, gerai Pegadaian sudah mencapai 1.6001ebih di seluruh Indonesia. Selama empat bulan terakhir tahun ini, Pegadaian menargetkan untuk membuka 2.000 gerai baru. Pegadaian akan memfokuskan pembangunan gerai di Pulau Kalimantan dan Sumatra.
Sampai akhir Agustus 2008, total kredit Pegadaian sudah mencapai Rp 19 triliun. Sekitar 90 persen berasal dari gadai konvensional, sedangkan selebihnya berasal dari produk gadai baru seperti gadai saham, gadai deposito dan lain-lain.
Dengan pencapaian ini, Pegadaian yakin untuk mencapai target penyaluran kredit tahun ini. Bahkan Pegadaian telah menyakkan target dari Rp 26 triliun ke Rp 30 triliun.
Pegadaian yakin penyaluran kredit tahun ini dapat mencapai target awal, karena inovasi-inovasi produk yang ditawarkan kepada nasabah. Selain mengandalkan gadai konvensional, Pegadaian sudah mulai menawarkan gadai produk-produk investasi seperti saham sejak tahun lalu. Tak lama lagi Pegadaian juga akan menawarkan gadai Obligasi Negara Ritel. (Magdalena Sihite)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang