JAKARTA, RABU - Terus merosotnya harga minyak mentah, membuat saham-saham sektor pertambangan serta sektor perkebunan, sehingga menyeret indeks di Bursa Efek Indonesia atau BEI terperosok di zona merah,
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Rabu (3/9) sore ditutup melorot 43,052 poin (1,99 persen) pada 2.116,000. Sedangkan indeks Kompas100 turun 11,546 poin (2,18 persen) menjadi 518,888. Indeks LQ45 berkurang 11,256 poin (2,51 persen) ke posisi 437,161. Serta Jakarta Islamic Index (JII) merosot 9,830 poin (2,82 persen) pada 338,214.
Harga minyak mentah di pasar Asia, Rabu (3/9) sore, terus merosot seiring beralihnya perhatian investor, dari isu topan Gustav ke permintaan minyak global yang melambat. Minyak mentah jenis light sweet pengiriman Oktober turun 2,09 dollar AS menjadi 107,62 dollar AS per barrel. Turunnya harga minyak memicu pelaku menjual saham-saham yang berhubungan dengan komoditas.
Dalam perdagangan hari ini, 146 saham turun mendominasi dibanding 41 saham naik serta 43 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 2,114 miliar saham dengan nilai Rp 3,525 triliun dari 55.891 kali transaksi.
Saham-saham yang membetot indeks ke zona merah di top lossers antara lain PT Bukit Asam (PTBA) turun Rp 1.450 ke Rp 12.850. Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 1.000 ke Rp 16.800. Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 1.000 ke Rp 26.000. Serta London Sumatra (LSIP) turun Rp 350 ke Rp 5.200.
Sementara yang masih bertahan di top gainers, ada Bank BRI (BBRI) naik Rp 150 ke Rp 6.400. Unilever (UNVR) naik Rp 150 ke Rp 7.550. Serta Cahaya Kalbar (CEKA) naik Rp 50 ke Rp 1.250.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang