BANDUNG, RABU - Penyediaan armada bus angkutan Lebaran tahun 2008 dari Kota Bandung tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Mayoritas pemudik diperkirakan masih mengandalkan kendaraan bermotor roda dua sebagai alat transportasi utama.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Timbul Butar Butar, Rabu (3/8) , di Bandung, hingga kini persiapan dan koordinasi bersama semua perusahaan otobus trayek Bandung masih dilakukan. Namun, ia memperkirakan penye diaan armada bus di dua terminal besar Kota Bandung tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya .
Data Dinas Perhubungan Kota Bandung menyebutkan di Terminal Cicaheum, t ahun 2006 disediakan 5.575 armada bus. Pada tahun 2007 mengalami peningkatan 9,79 persen menjadi 6.121 armada. Meski total armada bertambah, jumlah penumpang justru mengalami penurunan sebanyak 12,17 persen. Dari 62.857 orang pada tahun 2006 menjadi 55.208 orang di tahun 2007.
Di Terminal Leuwipanjang, penyediaan jumlah armada juga meningkat. Sebanyak 8.022 armada pada tahun 2006 bertambah menjadi 8 .435 armada satu tahun kemudian. Berbeda dengan Terminal Cicaheum, jumlah penumpang di Leuwipanjang justru meningkat 17,79 persen. Dari 204.648 orang tahun 2006 menjadi 241.050 orang di tahun 2007.
"Pengalaman saya dalam beberapa tahun terakhir mengatakan tahun ini bus masih akan kekurangan penump ang dalam jumlah yang ideal. Roda dua masih menjadi pilihan utama," katanya.
Ditanya mengenai dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM), Timbul mengatakan itu tidak banyak berpengaruh pada minat mudik mengendarai sepeda motor. Kenaikan BBM beberapa waktu lalu, dianggap sudah bisa disesuaikan mayoritas masyarakat.
Sementara untuk tarif bus, terkait kenaikan BBM, Timbul mengatakan kemungkinan besar ada penyesuaian harga untuk kelas ekonomi. Untuk nominalnya, pihaknya masih menunggu keputusan resmi. Sedangkan untuk kelas non ekonomi, batas atas dan bawah masih menjadi acuan kewajaran. Ini harus tetap dilakukan untuk menjaga kepuasan penumpang. Jangan sampai, kenaikan harga BBM dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengambil keuntungan sepihak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang