Lebaran, Jumlah Bus Tak Berubah di Bandung

Kompas.com - 03/09/2008, 18:33 WIB

BANDUNG, RABU - Penyediaan armada bus angkutan Lebaran tahun 2008 dari Kota Bandung tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Mayoritas pemudik diperkirakan masih mengandalkan kendaraan bermotor roda dua sebagai alat transportasi utama.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Timbul Butar Butar, Rabu (3/8) , di Bandung, hingga kini persiapan dan koordinasi bersama semua perusahaan otobus trayek Bandung masih dilakukan. Namun, ia memperkirakan penye diaan armada bus di dua terminal besar Kota Bandung tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya .

Data Dinas Perhubungan Kota Bandung menyebutkan di Terminal Cicaheum, t ahun 2006 disediakan 5.575 armada bus. Pada tahun 2007 mengalami peningkatan 9,79 persen menjadi 6.121 armada. Meski total armada bertambah, jumlah penumpang justru mengalami penurunan sebanyak 12,17 persen. Dari 62.857 orang pada tahun 2006 menjadi 55.208 orang di tahun 2007.

Di Terminal Leuwipanjang, penyediaan jumlah armada juga meningkat. Sebanyak 8.022 armada pada tahun 2006 bertambah menjadi 8 .435 armada satu tahun kemudian. Berbeda dengan Terminal Cicaheum, jumlah penumpang di Leuwipanjang justru meningkat 17,79 persen. Dari 204.648 orang tahun 2006 menjadi 241.050 orang di tahun 2007.

"Pengalaman saya dalam beberapa tahun terakhir mengatakan tahun ini bus masih akan kekurangan penump ang dalam jumlah yang ideal. Roda dua masih menjadi pilihan utama," katanya.

Ditanya mengenai dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM), Timbul mengatakan itu tidak banyak berpengaruh pada minat mudik mengendarai sepeda motor. Kenaikan BBM beberapa waktu lalu, dianggap sudah bisa disesuaikan mayoritas masyarakat.

Sementara untuk tarif bus, terkait kenaikan BBM, Timbul mengatakan kemungkinan besar ada penyesuaian harga untuk kelas ekonomi. Untuk nominalnya, pihaknya masih menunggu keputusan resmi. Sedangkan untuk kelas non ekonomi, batas atas dan bawah masih menjadi acuan kewajaran. Ini harus tetap dilakukan untuk menjaga kepuasan penumpang. Jangan sampai, kenaikan harga BBM dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengambil keuntungan sepihak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau