Pembatasan Impor Gula Harus Dilakukan

Kompas.com - 03/09/2008, 20:00 WIB

SURABAYA, RABU-  Dalam rangka mengatasi kemelut tata niaga gula di Indonesia, pemerintah harus tegas menentukan harga dasar dan harga eceran tertinggi sebagai jaring pengaman. Selain itu, pemerintah juga harus serius mengendalikan pembatasan impor gula rafinasi.

Demikian diungkapkan Sekretaris Perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Adig Suwandi, Rabu (3/9), di Surabaya. "Harga dasar dimaksudkan untuk melindungi petani, sedangkan harga eceran tertinggi sebagai benteng perlindungan konsumen," kata Adig.

Dua jaring pengaman tersebut sangat diperlukan, khususnya untuk para petani dan konsumen terlebih konsumen kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Menurut Adig, pola pamasaran gula saat ini sebenarnya sudah cukup memadai. Investor bekerjasama dengan pengelola pabrik gula untuk menyangga hasil panen tebu petani dengan besaran harga dasar yang dipatok pemerintah.Harga tetap diserahkan pada mekanisme pasar tapi bila harga yang terbentuk lebih rendah dari harga patokan pemerintah, maka investor yang menanggung. "Sedangkan bila harga riil lebih tinggi, maka kelebihannya dibagi secara proporsional antara petani dan investor," ujarnya.

Adig mengungkapkan, yang membuat kebijakan tata niaga gula hancur justru kemudahan impor gula yang begitu gampang dikeluarkan, khususnya impor raw sugar dan gula rafinasi. Akibat impor, terjadilah pembengkakan suplai gula dipasar yang menyebabkan para petani tebu dan investor cemas.

Tahun 2008 ini, harga dasar gula sebesar Rp 5.000 per kilogram. Padahal, harga riil gula yang be redar di pasar sekitar Rp 4.925 per kilogram. Tidak adanya instrumen penjaminan harga dan merebaknya gula rafinasi di pasar menyebabkan harga gula terpuruk dan para petani serta investor pun tak mampu bersaing.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau