200 Ribu Kendaraan Tidak Bayar Pajak

Kompas.com - 03/09/2008, 20:14 WIB

SAMPANG, RABU - Sebanyak 200 ribu kendaraan bermotor di wilayah kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tidak membayar pajak kendaraan bermotor.
    
Menurut kepala Samsat Kabupaten Sampang, Hary Siswo, Rabu, banyaknya pemilik kendaraan bermotor yang tidak membayar pajak kendaraannya tersebut, menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Sampang saat ini masih rendah.
    
"Kita sebenarnya sudah proaktif melakukan penyuluhan dan imbauan sadar pajak. Tapi rupanya belum berhasil. Padahal saat ini panen petani tembakau di kabupaten menuai untung dan harga jualnya tinggi," katanya.
    
Kendaraan bermotor yang tidak membayar pajak kendaraan tersebut dari berbagai jenis kendaraan. Baik roda dua, ataupun roda empat dan kebanyakan, merupakan milik pribadi.
    
"Setelah kita cek di database Samsat, kebanyakan di antara mereka yang nunggak bayaran pajaknya itu dari wilayah pedesaan," ujarnya.
    
Dari jumlah 200 ribu kendaraan bermotor yang menunggak pembayaran pajak kendaraan di Samsat Sampang tersebut, sekitar 175 ribu di antaranya merupakan kendaraan roda dua, sisanya kendaraan roda empat.
    
Untuk meningkatkan kesadaran warga membayar pajak, Samsat bersama pihak-pihak terkait akhir-akhir ini mulai menggencarkan kampanye sadar pajak yang melibatkan berbagai pihak. Mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga di tingkat kabupaten.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau