Budpar Sebaiknya Iklankan Indonesia di Arab Saudi

Kompas.com - 03/09/2008, 21:07 WIB

PADANG, RABU--Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) RI sudah sebaiknya memasang iklan wisata negara ini di Arab Saudi, karena negara itu dikunjungi jutaan umat manusia tiap bulannya dari seluruh dunia untuk melaksanakan ibadah umrah dan haji setiap tahunnya.

Seperti dilakukan pemerintah Malaysia yang banyak memasang papan iklan dunia pariwisata di Arab Saudi dan berhasil meningkatkan arus kunjungan wisatawan mancanegara khususnya kaum muslim ke Malaysia, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, H James Hellyward, di Padang, Rabu.

Selain di papan iklan, pihak Malaysia juga banyak memasang iklan media massa Arab Saudi yang efektif menarik minat wisatawan dunia muslim ke negara tetangga tersebut, tambahnya.

Menurut dia, Arab Saudi adalah tempat efektif untuk berpromosi wisata bagi negara-negara lain termasuk Indonesia, karena jutaan kaum muslim datang ke negara itu setiap tahun untuk beribadah.

Sambil berjalan di pusat kota di Arab Saudi, para kaum muslim dunia itu dapat membaca atau melihat papan iklan wisata negara lain yang menarik mereka untuk mengunjugi negara tersebut, tambahnya.

Karena itu, James mengharapkan pemerintah Indonesia juga memasang papan iklan pariwisata negara ini di Arab Saudi untuk menarik wisatawan beragama Islam datang ke Indonesia.(ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau