MANADO, RABU- Ribuan orang penganggur di seluruh Sulawesi Utara diperkirakan ikut serta mendaftar sebagai calon legislatif di tingkat kabupaten/kota. Data ini setidaknya didapat dari catatan kepolisian ketika para caleg itu mengurus surat keterangan catatan kepolisian atau SKCK.
Ketika ditanya soal itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Utara Ajun Komisaris Besar Benny Bela di Manado, Rabu (3/9), membenarkan sinyalemen itu. Menurut dia, jumlah caleg yang selama ini sebagai penganggur mencapai 10 sampai 20 persen.
Di Sulut, umumnya 38 parpol peserta pemilu memanfaatkan jumlah maksimal 120 persen caleg atau 450 orang per partai. Artinya, di seluruh Sulut terdapat 17.100 orang caleg, meski kursi legislatif yang tersedia hanya 386.
Benny Bela mencontohkan, jumlah caleg yang mengurus SKCK di Polres Bolaang Mongondow saja mencapai 1.058 orang. Dari jumlah itu, 338 orang diketahui sebagai penganggur atau belum mempunyai pekerjaan yang jelas.
Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut Livie Alowe mengatakan, data caleg sementara yang terdaftar mencapai 10.000 orang, namun data dimasukkan oleh 38 partai politik belum pasti. “Sebab masih terjadi bongkar pasang caleg, karena banyaknya caleg yang numpang lewat pada satu partai politik,” katanya.
Ketua Harian Partai Barisan Nasional (Barnas) Sulawesi Utara Donald Pokatong mengaku menyertakan 440 caleg untuk seluruh kursi yang diperebutkan di DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi dan DPR RI. Ia mengatakan dari jumlah itu sekitar 15 persen adalah caleg penganggur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang