Wapres Perintahkan Hentikan Ekspansi Pabrik Gula Rafinasi

Kompas.com - 04/09/2008, 01:33 WIB

JAKARTA, KAMIS - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla memerintahkan untuk menghentikan ekspansi pabrik gula rafinasi dan menghentikan pendirian pabrik gula rafinasi baru. Pemerintah juga memutuskan untuk menarik gula rafinasi yang kini membanjiri pasar.

Adapun terhadap impor gula rafinasi, Wapres Kalla mengintruksikan untuk dikendalikan. Demikian diungkapkan Menteri Pertanian Anton Apriyantono yang juga Ketua Dewan Gula Nasional menjawab pers seusai rapat koordinasi mengenai gula nasional di kediaman dinas Wapres di Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (3/9) tengah malam.

"Berapa jumlah gula rafinasi yang akan ditarik dan dikendalikan impornya, tanya Menteri Perdagangan," ujar Anton, seraya mengaku tak tahu mengapa gula rafinasi sampaki kelebihan pasokan dan akhirnya merember ke pasar retail.

Rapat itu dihadiri lima menteri Kabinet Indonesia Bersatu, yaitu Menko Perekonomian yang dirangkap oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pertanian Anton Apriyantono yang juga Ketua Dekwan Gula Nasional, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil. Hadir pula Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfie, Deputi Menko Perekonomian Bayu Krisnamurti, Dirut Bank Rakyat Indonesia Sofyan Basir, serta Dirut PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 10 Subiyono dan Dirut PTPN XI S Irwan Basri. Wapres sendiri didampingi sejumlah staf di antaranya Seswapres Tursandi Alwi, Deputi Seswapres Bidang Perekonomian Tirta Hidayat dan lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau