Selama Bulan Puasa Sumbar Tak Ramah pada Wisatawan

Kompas.com - 04/09/2008, 07:44 WIB

PADANG, KAMIS - Pelaku pariwisata di Sumatera Barat meminta pemerintah tingkat kabupaten/kota untuk ikut mendukung pariwisata saat bulan puasa. Dukungan itu antara lain diwujudkan dengan tidak melarang restoran atau rumah makan untuk berjualan di siang hari.

Kepala Dinas Pariwisata, Seni, dan Kebudayaan Sumatera Barat James Hallyward, Rabu (3/9), mengatakan sebagian pemerintah kabupaten/kota di Sumbar menerapkan kebijakan yang tidak ramah terhadap wisatawan di saat bulan puasa.

”Tidak semua wisatawan yang datang ke Sumbar ini berpuasa. Wisatawan ini kesulitan mengakses sejumlah fasilitas umum seperti restoran atau tempat makan karena adanya larangan warung atau restoran untuk berjualan di siang hari selama bulan puasa,” tutur James.

Karena itu, dia berharap pemerintah daerah meninjau kembali kebijakan melarang rumah makan atau restoran untuk berjualan di siang hari.

Hal serupa dirasakan Maulana Yusran, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat. ”Kalau memang ada kebijakan ketat soal berbagai jenis fasilitas umum selama bulan puasa, langsung saja kita umumkan bahwa pariwisata di Sumbar tutup selama bulan puasa,” kata Maulana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau