Siapa Lebih Berpengalaman, Palin atau Obama

Kompas.com - 04/09/2008, 09:01 WIB

PARA pendukung kandidat wakil presiden dari Partai Republik, Sarah Palin, menganggap perempuan itu lebih berpengalaman dibandingkan Barack Obama, kandidat presiden dari Partai Demokrat. Berikut ini sejumlah pencapaian penting kedua politisi muda yang merebut perhatian dunia itu dari tahun ke tahun.

1979
- Obama menjadi pemain cadangan pada tim bola basket SMA yang memenangi kompetisi negara bagian.

1982
- Palin menjadi kapten tim basket sekolah yang memenangi kompetisi negara bagian.

1983
- Obama lulus dari Columbia University. Ia kemudian bekerja pada perusahaan riset bisnis, lalu menjadi koordinator komunitas di wilayah miskin Chicago.

1984
- Palin merebut gelar Miss Wasilla dan menempati posisi kedua kontes kecantikan negara bagian.

1987
- Palin lulus dari University of Idaho, bekerja pada stasiun televisi olahraga dan menjalankan bisnis perikanan keluarga.

1988
- Obama masuk Harvard Law School

1990
- Obama menjadi orang kulit hitam pertama yang menjadi redaktur di Harvard Law Review yang prestisius.

1992
- Obama menjalankan Project Vote! yang mendaftar 150.000 pemilih baru di Chicago, lalu mengawali karier sebagai dosen hukum di University of Chicago.
- Palin merebut kursi dewan kota di Wasilla, sebuah kota di Alaska yang berpenduduk 5.500 jiwa.

1993
- Obama bergabung dengar firma pengacara yang khusus menangani kasus-kasus hak sipil.

1995
- Obama menerbitkan buku Dreams from My Father, sebuah memoar tentang tumbuh di Amerika tanpa kehadiran ayah yang keturunan Afrika dan mendapat ulasan bagus.

1996
- Obama terpilih menjadi senator negara bagian
- Palin terpilih menjadi Wali Kota Wasilla

2000
- Obama gagal mendongkel politisi Demokrat lain, Bobby Lee Rush, dari kursinya di DPR.

2002
- Obama bersuara lantang menolak invasi ke Irak
- Palin gagal dalam pemilihan pendahuluan menjadi letnan gubernur Alaska.

2003
- Tahun penting kerja legislatif Obama, mengesahkan UU yang mewajibkan polisi merekam interogasi dalam kasus pembunuhan dan mencantumkan data tentang ras pengemudi yang ditilang.
- Palin ditunjuk menjadi anggota Komisi Konservasi Minyak dan Gas Alaska.

2004
- Obama menyampaikan pidato penting dalam konvensi Partai Demokrat dan terpilih sebagai senator.
- Palin menyelidiki kelakuan anggota Komisi Konservasi Minyak dan Gas Alaska yang akhirnya mundur. Ia kemudian mengajukan gugatan pelanggaran etika terhadap jaksa agung Alaska, juga dari Partai Republik, yang akhirnya mundur.

2006
- Obama menerbitkan buku The Audacity of Hope, sebuah buku yang memaparkan secara detail pandangannya tentang persoalan nasional. Ia juga bekerja sama dengan senator Republik untuk membatasi pengembangan nuklir dan menyoroti anggaran pemerintah yang tidak berguna.
- Palin terpilih menjadi gubernur perempuan pertama di Alaska.

2007
- Obama mulai berkampanye menjadi calon presiden.
- Palin merombak UU etika negara bagian, mendorong pembangunan jalur pipa gas alam meski ditentang oposisi.
       
2008
- Obama mengalahkan Hillary Clinton dalam pemilihan pendahuluan Demokrat dan mengumpulkan dana kampanye dalam jumlah besar.
- Anggota DPR Alaska menyelidiki kemungkinan Palin secara tidak semestinya menekan pejabat untuk memecat mantan suami adiknya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau