SEMARANG, KAMIS - Calon anggota legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa tidak boleh lagi bersifat sungkanan (segan). Calon legislatif harus berani untuk mampu melakukan lobi, pintar berargumentasi dan pandai bicara menegakkan kebenaran.
"Kalau caleg tidak memiliki kemampuan melobi, lebih lagi sungkanan maka kita selalu akan kalah. Untuk itu, rekrutmen caleg harus benar-benar melalui seleksi yang ketat, " kata Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB, Muhaimin Iskandar, Kamis (4/9) ketika orasi politik dihadapan caleg DPR RI, DPRD asal Jawa Tengah di Semarang.
Menurut Muhaimin Iskandar, tantangan caleg pada pemilu 2009 adalah menciptakan wajah baru anggota DPR dan DPRD yang jauh dari kesan bahwa lembaga Legislatif itu penuh praktik korupsi. Padahal, kasus-kasus yang muncul terhadap penindakan hukum anggota legislatif terkait korupsi adalah jauh dari citra kelembagaan.
"Jika KPK serius mengawasi pola perumusan anggaran di DPR RI, sungguh hal yang memprihatinkan tapi sekaligus tantangan bagi caleg PKB ke depan. Salah satu tugas DPR adalah hak menentukan anggaran untuk peruntukan masyarakat, itu hak yang tidak bisa diintervensi oleh siapa pun," kata Cak Imin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang