JAKARTA, KAMIS - Bank Indonesia kembali menaikan BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 9,25 persen. Keputusan yang diambil Rapat Dewan Gubernur BI tersebut, diambil setelah mencermati dan mempertimbangkan perkembangan dan prospek ekonomi global, regional dan domestik dalam rangka menjaga stabilitas perekonomian dan sistem keuangan Indonesia.
Selain itu juga untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi dalam jangka menengah. "Hingga kini tekanan inflasi di dalam negeri masih kuat akibat permintaan agregat yang tumbuh," kata Gubernur Bank Indonesia Boediono siaran pers di Jakarta, Kamis (4/9).
Boediono menilai meskipun tekanan dari kenaikan harga energi, pangan dan komoditas di pasar dunia mereda, namun tetap harus diwaspadai. Untuk mencapai sasaran inflasi dan kestabilan ekonomi dalam jangka menengah Bank Indonesia memandang perlu untuk menjaga dan mengamankan agar permintaan agrgat tetap tumbuh dalam jalur yang aman.
Untuk itu Bank Indonesia akan mengoptimalkan penggunaan seluruh instrumen kebijakan moneter yang tersedia. Boediono mengatakan inflasi tahun 2009 mendatang diharapkan akan berada pada kisaran 6,5 persen hingga 7,5 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang