JAKARTA, KAMIS - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro mengatakan penjualan LNG Tangguh ke China karena gas di bumi Papua itu sudah lama tidak laku dijual. Waktu itu, Pemerintah pun menyatakan Tangguh sebagai salah satu proyek nasional. "Tangguh dulu sudah tidak pernah laku lagi selama 20 tahun. Tolong dipahami betul apa yang terjadi di Tanggunh," katanya usai acara 2008 Guangdong China - Indonesia business and invesment forum di Jakarta, Kamis (4/9).
Terkait hal ini, Purnomo juga menyatakan kesiapannya untuk dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menjalani penyelidikan jika terbukti bersalah. "Panggil saja, saya siap. Kita kerja secara profesional. Inikan mesti tender dan sedang diperbaiki oleh pemerintah sekarang. Kalau saya ditanya siap mundur, saya ini jalannya maju, ngga mundur," kata Purnomo.
Sekarang, sebut Purnomo, pemerintah terus melakukan negosiasi terkait harga LNG Tangguh agar menyesuaikan dengan harga gas saat ini. "Namanya juga negosiasi, ya tarik ulur- tarik ulur. Kalau nego terus sudah dari tahun 2006," kata Purnomo Yusgiantoro.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang