Di Jakarta, Elpiji 3 Kilo Mulai Langka

Kompas.com - 04/09/2008, 16:44 WIB

JAKARTA, KAMIS - Sejumlah agen dan pengecer di Jakarta mulai mengaku kesulitan mendapatkan elpiji bobot 3 kilogram. Hal ini menyebabkan masyarakat semakin sulit mendapatkan bahan bakar gas sejak kebijakan konversi energi yang diterapkan pemerintah beberapa waktu lalu.

Suroto, karyawan bagian pemasaran PT Total Energi Asia di Jalan Perintis Kemerdekaan, mengatakan, pihaknya telah menghentikan sementara penjualan gas LPG 3 kilo sejak empat hari yang lalu. "Sejak 1 September, Pertamina menerapkan kebijakan pengisian silang. Padahal kami sudah memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar elpiji sendiri," tuturnya kepada Kompas.com, Kamis (4/9) di Jakarta.

Ia mengakui perusahaannya menghentikan sementara penjualan tersebut karena margin yang didapat terlalu kecil. "Di stasiun pengisian terjadi penumpukan yang luar biasa. Dalam satu hari satu malam kami cuma dapat satu rit saja. Ini pemborosan waktu dan tenaga kerja. Lagipula, jika mengisi di tempat lain, belum tentu gasnya bagus," jelas Suroto.

Hal yang sama diungkapkan oleh Yudi, pemilik toko elpiji besar di kawasan Buncit, Jakarta Selatan. Ia mengakui sudah dua minggu tidak mengisi ulang 500 tabung elpiji 3 kilonya. "Antrian di stasiun pengisian parah sekali. Saya bisa rugi waktu dan upah sopir. Biaya (variabel) bisa besar sekali. Nanti kalau saya jual lebih mahal, konsumen tidak mau," tuturnya.

Nasib yang sama dialami oleh Fengky, pemilik toko elpiji besar di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Ia mengatakan baru saja mengisi ulang tabung elpiji 3 kilonya setelah hampir tiga minggu kosong. "Ini pun saya hanya bisa mengisi 400 tabung. Sisanya sekitar 200 masih belum terisi," ujarnya.

Karena kelangkaan tersebut, Fengky mengatakan terpaksa melego tabung-tabung kosongnya tersebut. "Habis, buat apa tabung tersebut kalau tidak bisa diisi," katanya. Menurutnya, konsumen langganannya sudah berteriak-teriak karena kelangkaan tersebut. "Ya, mau gimana lagi? Kita juga sudah setengah mati cari-cari," jelasnya.

Akibat kelangkaan tersebut turut dirasakan oleh Eni Retno, pengecer elpiji 3 kilo di Blok A. "Sudah beberapa hari ini saya tidak kebagian (pasokan elpiji 3 kilo) terus. Kata agen, elpiji 3 kilo lagi susah. Biasanya mereka bisa mengisi dua rit, sekarang cuma satu rit saja," tutur Eni. Menurutnya, agen tempat ia biasa mengambil gas selalu diserbu banyak orang. "Jadi, kalau saya mau dapat, saya harus datang langsung, tapi itu pun belum tentu kebagian," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau