SURABAYA, KAMIS- Meski lebaran masih lama, bisnis penukaran uang kecil di Surabaya, Jawa Timur, mulai marak. Salah satu tempat yang ramai dengan bisnis ini adalah di Jalan Pahlawan.Banyaknya warga yang datang untuk menukarkan uang membuat jalan ini menjadi macet, Kamis (4/9) siang tadi.
Atik, salah satu pemilik usaha penukaran uang di Jalan Pahlawan, Surabaya, mematok biaya penukaran uang Rp 10.000 untuk setiap Rp 100.000. Untuk penukaran nominal Rp 500.000 ia mematok biaya Rp 50.000.
Dalam sehari, Atik mengaku bisa mengumpulkan hasil rata-rata Rp 200.000. Dengan hasil yang lumayan tersebut, ia rela meninggalkan pekerjaan utamanya sebagai tukang kayu.
"Tiap tahun saya pasti alih profesi menjadi penukar uang. Hasilnya lumayan dan tidak perlu banyak tenaga," ujarnya. Selama sebulan penuh hingga Lebaran tiba, Atik menjalani pekerjaannya sebagai penukar uang.
Dino, warga Ketintang sengaja menukarkan uangnya sebesar Rp 500.000 menjadi pecahan Rp 1.000-an di pingir Jalan Pahlawan. Meski harus mengeluarkan biaya Rp 35.000 ia tidak keberatan, karena prosesnya lebih cepat dan tidak berbelit-belit.
"Saya malah tidak tahu kalau sekarang ada pelayanan penukaran uang di bank. Tahun lalu, saya pernah menukarkan uang di bank tetapi harus mengantre lama dan jumlah penukaran uangnya juga terbatas," ujarnya.
Menyikapi maraknya bisnis penukaran uang di sejumlah ruas jalan di Surabaya itu, pimpinan Bank Indonesia Surabaya, Amril Arief, mengaku tidak dapat berbuat banyak. "Fenomena ini terjadi selama bertahun-tahun. Biarlah masyarakat yang akhirnya memilih," ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang