CIREBON, KAMIS- Ahmad Bin Munirah (31), babak belur dihakimi warga saat tengah memadu kasih Lina, seorang perempuan bersuami, di sebuah kamar kos di Desa Parungjaya, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Rabu (3/9) malam lalu.
Warga Desa Sende RT 04/06, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, itu sempat mengaku sebagai anggota intelejen TNI yang bertugas di Cirebon dengan pangkat Letnan Satu (Lettu), namun warga mendapat informasi bahwa Ahmad hanya intel gadungan sehingga tempat maksiatnya digerebek puluhan warga.
Kepala Kepolisian Resor Majalengka Ajun Komisaris Besar M Gagah Suseno didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Bambang Suryanata dan Kepala Polsek Leuwimunding Ajun Komisaris Jaja kepada wartawan di Majalengka, Kamis (4/9) petang membenarkan adanya penangkapan tersebut.
Menurut Kapolsek Leuwimunding, penangkapan tersangka berawal dari kecurigaan dan keresahan warga oleh sikap tersangka yang semakin berani menganggu istri seorang warga dan melakukan tindakan penipuan.
Ia menjelaskan, tersangka sempat melakukan penipuan terhadap Nendra, warga Desa Parungjaya sebesar Rp 4,5juta dengan alasan sebagai uang pelicin agar anaknya bisa masuk menjadi tentara. Tersangka sempat dititipkan di tahanan Polres Majalengka untuk mencegah amukan warga, namun hanya satu malam saja setelah situasi tenang, tersangka dikembalikan ke Polsek Leuwimunding untuk memudahkan proses pemeriksaan.
"Demi keamanan tersangka mengigat massa yang masih emosi tersangka sempat dititipkan di Polres satu malam,a" katanya.
Dalam pemeriksaan terungkap, tersangka hanyalah seorang pengangguran dan sudah mempunyai istri dengan dua anak di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Polisi masih melakukan penyidikan kemungkinan tersangka melakukan penipuan terhadap warga yang lain.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang