MALANG, JUMAT - Kawasan wisata pantai yang tersebar di wilayah Malang Selatan ditetapkan berstatus siaga karena gelombang laut diprediksi masih cukup tinggi antara tiga sampai lima meter.
"Apalagi ada dua mahasiswa Universitas Tribuana Tungga Dewi (Unitri) yang terbawa arus beberapa hari lalu sampai sekarang belum juga ditemukan sehingga wisatawan maupun nelayan harus waspada," kata Wakil Bupati Malang, Rendra Kresna di Malang, Jumat.
Kalupun tetap ingin berwisata ke pantai, katanya, lebih baik tidak berenang dulu meski di lokasi ada petugas penjaga pantai yang melakukan patroli rutin serta menyiagakan Tim SAR yang sewaktu-waktu bisa dihubungi jika terjadi musibah.
Beberapa pantai yang menjadi tempat favorit wisatawan adalah Pantai Balaikambang dan Kondang Merak di Kecamatan Bantur, Sendangbiru di Kecamatan Sumbermanjing Wetan serta Ngliyep di Kecamatan Donomulyo.
Sementara itu, Stasiun Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Karangploso meminta para nelayan di kawasan pantai Malang Selatan untuk tidak melaut selama sekitar satu minggu terakhir ini karena gelombang laut diperkirakan masih cukup tinggi antara tiga sampai lima meter.
Kepala Stasiun BMG Karangploso, Kabupaten Malang, Ir.Antoyo S mengatakan, tingginya gelombang air laut di pantai selatan disebabkan tingginya tekanan udara akibat kecepatan angin di tengah laut sehingga nelayan dan wisatawan harus waspada.
"Gelombang laut ini sudah merenggut tiga nyawa manusia pada Minggu (31/8) yakni satu orang warga Kabupaten Malang dan dua lainnya mahasiswa Unitri yang terseret ombak di Pantai Jolosutro, perbatasan antara Kabupaten Malang dan Blitar," katanya.