Astro Malaysia dan Lippo Resmi Pecah Kongsi

Kompas.com - 05/09/2008, 09:43 WIB

JAKARTA, JUMAT -  Akhirnya, Astro All Asia Networks Plc (Astro Malaysia) secara resmi mengumumkan pengakhiran kerjasamanya dengan PT Direct Vision, kemarin. Dus, kongsi Astro Malaysia dan Grup Lippo dalam bisnis televisi berbayar di Indonesia resmi bubar.

Dalam keterangan resmi kepada otoritas bursa Malaysia kemarin (4/9), Astro Malaysia menjelaskan bahwa ia memutuskan untuk tidak memperbarui penggunaan merek atau Trademark Licence Agreement dengan Direct Vision. Masa perjanjian ini usai 31 Agustus 2008. Kendati perjanjian sudah berakhir, Astro Malaysia masih memberi kelonggaran pada Direct Vision hingga 30 September 2008 untuk menggunakan merek dan konten Astro. "Agar Direct Vision bisa mencari cara lain untuk mengurangi dampak pada pelanggannya," begitu bunyi pernyataan Astro. Perpanjangan pemakaian jasa dan konten Astro Malaysia ini ongkosnya RM 20 juta (Rp 52 miliar).

Astro Malaysia mengambil keputusan ini setelah Grup Lippo, sebagai pemegang saham Direct Vision, tak juga membayar tagihan Astro Malaysia senilai RM 805 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun. Duit sebanyak itu sebagai biaya operasional Direct Vision, sejak tiga tahun lalu sampai 1 September 2008.

Selain alasan tersebut, Perusahaan milik Konglomerat Malaysia Ananda Krishnan ini agaknya kesal karena Lippo tidak juga melepas 51 persen saham Direct Vision kepada Astro Malaysia sesuaiperjanjian. "Mereka tetap minta pembayaran untuk saham itu sebesar 250 juta dollar AS," ungkap sumber KONTAN yang dekat dengan Astro Malaysia.

Menanggapi keputusan Astro Malaysia ini, manajemen Direct Vision menegaskan tetap akan memanfaatkan perpanjangan waktu tersebut dengan melayani pelanggan. Direct Vision berjanji tak akan menelantarkan pelanggannya. "Ini merupakan dedikasi para karyawan sebagai operator TV terkemuka kepada para pelanggan," ungkap Halim Mahfudz, Senior Vice President Corporate Affair Direct Vision.

Mungkinkah dalam sebulan ini sikap Lippo bakal lebih melunak? "Kelanjutan joint venture dan proses pembicaraan soal ini merupakan wewenang para pemegang saham," tutur Halim yang enggan berbicara lebih jauh mengenai hal itu. (Bagus Marsudi)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau