JAKARTA, JUMAT - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Jatinegara Jakarta, Jumat (5/9) pagi tadi. Sebelumnya Mari juga melakukan sidak ke pasar induk Kramat Jati, Kamis (4/9) kemarin.
Sidak dilakukan untuk memantau sembilan bahan pokok (sembako) seperti sayur, beras, ayam dan daging. Sedianya pagi tadi Mari juga akan melakukan sidak ke los pakaian pasar Jatinegara, namun tidak jadi karena masih banyak toko pakaian yang belum buka.
Dalam sidaknya Mari melakukan dialog dengan sejumlah pedagang. Antara lain dengan Dadang, pedagang sayur di pasar Jatinegara. Mari mengajukan pertanyaan seputar harga sayuran dan stok yang tersedia. "Hanya ngobrol mengenai harga sayuran, ingin ngobrol yang lain tidak sempat, karena hanya sebentar," kata Dadang.
Ketika ditanya oleh Mari, Dadang menjawab, harga tomat, wortel, kentang tidak naik hari ini, harga cabe, bawang merah turun sedang harga bawang putih stabil. Menurut Dadang, menjelang puasa, harga tomat naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 7.000, sedang harga cabai, meski sempat turun dari Rp 18.000 menjadi Rp 12.000. Ia memperkirakan harga cabai akan kembali naik mencapai Rp 20.000. Kenaikan cabai, kelapa dan bawang diperkirakan akan terjadi tiha hari lagi." Jelang lebaran akan naik, tiga hari lagi juga akan naik," kata Dadang.
Mari juga sempat berdialog dengan pedagang ayam dan daging, dalam dialognya ia menanyakan mengenai kenaikan harga ayam dan daging yang cukup signifikan. Penjual ayam kampung di Pasar Jatinegara, Nani mengatakan, kenaikan harga ayam terjadi karena stok barang kosong.
Kepada Mari, Nani mengatakan, ayam kampung susah didapat dan harus belanja jauh di Pamanukan atau Cikarang. "Sekitar pukul 03.00 dinihari harus sudah berangkat, karena jika berangkatnya malam pasti barang sudah habis. Terlebih masalah flu burung yang mewabah membuat daging ayam kampung susah didapat." ujarnya.
Menurut Nani, harga ayam kampung naik dari Rp 55.000 per ekor menjadi Rp 60.000 per ekor. Sedang harga ayam negeri turun dari Rp 26.000 per kg menjadi Rp 22.000 per kg. Pada H-7 lebaran, diperkirakan harga ayam akan kembali naik menjadi Rp Rp 25.000 hingga Rp 26.000 per kg.
Selain itu, Mari juga berdialog dengan penjual daging, M Jusuf, yang juga sebagai pengurus Asosiasi Pedagang Jatinegara kepada Mari mengatakan kenaikan harga daging terjadi hampir setiap hari, sekitar Rp 1.000.
Dalam dialognya Jusuf meminta pemerintah meningkatkan peran bulog akan distribusi barang, sehingga importir tidak lagi memainkan harga. "Pasalnya, jika harga daging terus naik, daya beli juga berkurang," katanya. Mari sendiri hanya tertawa dan berkata akan berusaha dan ditindaklanjuti.
Harga daging sapi naik dari Rp 55.000 per kg menjadi Rp 60.000 per kg diperkirakan H-7 lebaran harga daging kembali naik hingga Rp 70.000 per kg
Menurut Jusuf kepada Kompas.com, daya beli menurun dari yang tadinya mencapai 80-100 kg per hari, menjadi kurang dari 50 kg per hari. "Sekarang jual 50 kg saja jauh,susah sekali, karena keadaan sekaran serba sulit, pemasukan berkurang dan daya beli turun," kata Jusuf.
Sejatinya Jusuf ingin menyampaikan banyak hal kepada Mari termasuk masalah impor sapi dari Australia, namun karena waktunya terbatas, hal itu tidak sempat disampaikannya.
Mari melanjutkan sidaknya ke penjual beras dan telor. Penjual beras dan telor, Aling mengatakan harga telur ayam negeri naik dari Rp 14.000 per kg menjadi Rp 16.000 per kg. diperkirakan H-7 menjelang lebaran, harga telur bisa naik lagi hingga Rp 20.000 per kg.
Sedangkan harga beras stabil. harga beras kualitas C4 Rp 5.000 per kg, beras wangi Rp 7.000 per kg.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang