Deplu Siap Menyambut Kedatangan KPU di 14 Negara

Kompas.com - 05/09/2008, 16:13 WIB

JAKARTA, JUMAT - Departemen Luar Negeri Republik Indonesia (Deplu RI) sudah menyiapkan sosialisasi pemilu terhadap calon pemilih di luar negeri. Tetapi masih banyak agenda yang belum diselesaikan dalam waktu dekat ini.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Deplu RI Teuku Faizasyah di Gedung Nusantara, Kompleks Gedung Deplu RI, Jakarta, Jumat (5/9). Faizasyah menjelaskan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang terdaftar di berbagai perwakilan di Indonesia sebesar 3.121.594 jiwa.

"Jumlah ini tidak semua memiliki hak pilih, karena sebagian ada anak-anak di bawah umur. Sehingga perlu dilihat lagi berapa total WNI yang memiliki hak pilih," ujarnya.

Ia mengatakan Deplu sedang menyusun Daftar Pemilih Sementara (DPS) dengan tenggang waktu hingga 8 September untuk pemutakhiran data tersebut. Selain itu, dikatakan Faizasyah, Deplu juga melakukan sosialisasi pada Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di titik-titik yang akan didatangi KPU di 14 negara.

"Kita sudah bentuk 113 PPLN yang beranggotakan 5 orang yakni dari unsur Pegawai Negeri Sipil (PNS) dua orang dan tiga orang dari masyarakat sipil," tuturnya. Faizasyah menjelaskan PPLN tersebut akan aktif menemui calon-calon pemilih untuk memberikan penjelasan tentang pemilu.

"Tentu mekanisme pendekatannya akan berbeda di masing-masig negara, misal apabila di perwakilan kecil, masyarakat bisa dikumpulkan pada suatu kesempatan, bila perwakilan besar seperti di Timur Tengah dan Malaysia bisa dipikirkan cara yang lebih kreatif," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau