Pedagang Pasar Ogah Dijadikan Sapi Perahan

Kompas.com - 07/09/2008, 04:25 WIB
JAKARTA - Suasana tegang dan memanas terjadi di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara, Sabtu (6/9) sore. Pedagang yang tergabung dalam Keluarga Besar Pedagang Pasar yang juga anggota Federasi Organisasi Pedagang Pasar Indonesia nyaris bentrok dengan kubu pengelola pasar. Pedagang merasa diintimidasi dan diperlakukan sewenang-wenang oleh pengelola.

Saat itu Dewan Penasihat Federasi Organisasi Pedagang Pasar Indonesia (FOPPI) KH Solahuddin Wahid alias Gus Solah sedang berada di Pasar Koja Baru. Gus Solah yang diundang Keluarga Besar Pedagang Pasar (KBPP) Koja Baru tengah melakukan sosialisasi terbentuknya FOPPI di Koja.

Kedatangan Gus Solah itu sendiri disambut dengan antusiasme pedagang. Sejumlah spanduk berukuran besar dipasang di sekeliling pasar yang intinya, antara lain, pedagang meminta Wali Kota Jakarta Utara Effendi Anas membongkar tempat penampungan sementara pedagang karena dibangun tanpa rekomendasi Wali Kota.

Pedagang juga mengajukan sejumlah tuntutan, antara lain agar pihak pengelola menunda renovasi pasar selama lima tahun. Pengelola diminta tidak lagi menjadikan pedagang sebagai sapi perahan.

Pengelola agar melakukan peremajaan pasar tidak dengan bangunan bertingkat, serta bersedia melakukan negosiasi ulang harga kios. ”Apabila tuntutan kami tidak ditanggapi, seluruh pedagang yang tergabung dalam KBPP Koja Baru akan turun ke jalan bersama elemen lainnya,” seru pedagang.

Gus Solah dalam orasi singkatnya mengatakan, FOPPI pada prinsipnya memihak kepentingan pedagang. Dia juga meminta seluruh pedagang agar bersatu dan tidak terpecah belah hingga merugikan pedagang itu sendiri. ”Pedagang harus bersatu membela kepentingannya,” kata Gus Solah disambut sorakan pedagang.

Belakangan ini memang terjadi perpecahan di antara pedagang karena berbagai kepentingan. Ada yang memihak PD Pasar Jaya dalam hal renovasi pasar dan ada yang berpendirian seperti sikap pedagang lainnya, yakni menolak renovasi.

Konflik antarpedagang di Pasar Koja mulai muncul sejak PD Pasar Jaya selaku pengelola berencana melakukan peremajaan atau renovasi pasar yang menampung 1.133 pedagang itu. Ketua FOPPI Koja Baru Lamhot H Siboro dan Wakil Ketua Hj Endang Sri Rahayu dengan tegas mengatakan, pedagang akan terus melakukan perlawanan jika PD Pasar Jaya melakukan renovasi.

Wali Kota Jakarta Utara Effendi Anas mengatakan, pihaknya berjanji menyikapi kemelut antarpedagang serta antara pedagang dan pengelola.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau