Saat itu Dewan Penasihat Federasi Organisasi Pedagang Pasar Indonesia (FOPPI) KH Solahuddin Wahid alias Gus Solah sedang berada di Pasar Koja Baru. Gus Solah yang diundang Keluarga Besar Pedagang Pasar (KBPP) Koja Baru tengah melakukan sosialisasi terbentuknya FOPPI di Koja.
Kedatangan Gus Solah itu sendiri disambut dengan antusiasme pedagang. Sejumlah spanduk berukuran besar dipasang di sekeliling pasar yang intinya, antara lain, pedagang meminta Wali Kota Jakarta Utara Effendi Anas membongkar tempat penampungan sementara pedagang karena dibangun tanpa rekomendasi Wali Kota.
Pedagang juga mengajukan sejumlah tuntutan, antara lain agar pihak pengelola menunda renovasi pasar selama lima tahun. Pengelola diminta tidak lagi menjadikan pedagang sebagai sapi perahan.
Pengelola agar melakukan peremajaan pasar tidak dengan bangunan bertingkat, serta bersedia melakukan negosiasi ulang harga kios. ”Apabila tuntutan kami tidak ditanggapi, seluruh pedagang yang tergabung dalam KBPP Koja Baru akan turun ke jalan bersama elemen lainnya,” seru pedagang.
Gus Solah dalam orasi singkatnya mengatakan, FOPPI pada prinsipnya memihak kepentingan pedagang. Dia juga meminta seluruh pedagang agar bersatu dan tidak terpecah belah hingga merugikan pedagang itu sendiri. ”Pedagang harus bersatu membela kepentingannya,” kata Gus Solah disambut sorakan pedagang.
Belakangan ini memang terjadi perpecahan di antara pedagang karena berbagai kepentingan. Ada yang memihak PD Pasar Jaya dalam hal renovasi pasar dan ada yang berpendirian seperti sikap pedagang lainnya, yakni menolak renovasi.
Konflik antarpedagang di Pasar Koja mulai muncul sejak PD Pasar Jaya selaku pengelola berencana melakukan peremajaan atau renovasi pasar yang menampung 1.133 pedagang itu. Ketua FOPPI Koja Baru Lamhot H Siboro dan Wakil Ketua Hj Endang Sri Rahayu dengan tegas mengatakan, pedagang akan terus melakukan perlawanan jika PD Pasar Jaya melakukan renovasi.
Wali Kota Jakarta Utara Effendi Anas mengatakan, pihaknya berjanji menyikapi kemelut antarpedagang serta antara pedagang dan pengelola.