Yang Harus Dihindari Saat Negosiasi Gaji

Kompas.com - 07/09/2008, 13:06 WIB

Ketika tiba saatnya bernegosiasi gaji dengan pewawancara, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda hindari, agar proses lamaran Anda berjalan mulus. 

- Meminta sejumlah gaji tanpa mengetahui standar gaji perusahaan yang dilamar. Karena angka yang disebutkan bisa saja kebesaran atau malah kekecilan.

- "Buta" terhadap nilai Anda. Agar tidak kejeblos, ketahuilah kualitas Anda sebelum menentukan harga yang pas untuk Ada.

- Image tak sesuai dengan gaji yang diminta. Anda meminta gaji besar tapi penampilan Anda tidak menunjukkan sebagai sosok profesional, mana mereka percaya? Pasti mereka akan meragukan kemampuan Anda.

- Menyerahkan keputusan gaji pada perusahaan. Keputusan seputar jumlah gaji merupakan kesepakatan kedua belah pihak. Hindari kata-kata pasrah seperti, “Yah, saya sih terserah Bapak/Ibu saja.”

- Negoisasi lewat telepon. Jika perusahaan menghubungi Anda untuk bernegoisasi gaji, katakan bahwa Anda ingin bicara face to face, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang mungkin saja terjadi di telepon.

- Saat bernegoisasi gaji mengatakan, ”Saya meminta...” Sebaiknya, katakan, “Saya mengharapkan...”

- Tidak mengucapkan terima kasih. Seharusnya berapa pun jumlahnya, ucapkan terima kasih atas tawaran yang diajukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau