WASHINGTON, SENIN — Calon presiden AS dari Partai Republik, John McCain, berupaya menjauhkan diri dari Presiden George W Bush dan Partai Republik. McCain mengatakan, dia tidak dapat bersikap mendua karena ia terkadang menentang kebijakan Republik dan Presiden Bush.
Menurut McCain, ia tidak dapat menjanjikan perubahan di AS yang terpecah belah akibat aliansinya dengan Bush dan Republik. Hal ini ditekankan McCain setelah rivalnya dari Demokrat, Barack Obama, terus-menerus menyatukan senator Arizona itu dan Bush bak 1 keping mata uang.
Obama pernah menilai McCain hanya akan meneruskan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah Bush. Salah satu tantangan McCain dalam merebut puncak kekuasaan di Washington adalah memisahkan diri dari Bush, sesuai dengan tema "perubahan" yang menjadi fokus pidatonya dalam Konvensi Nasional Republik pekan lalu.
Dalam konvensi tersebut, McCain menekankan janjinya untuk mengakhiri "sikap partisan" walaupun ia tidak menyebutkan keberpihakan terhadap pejabat AS yang dimaksudnya. Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan oleh CBS, Minggu (7/9), McCain menolak membicarakan masa baktinya selama 22 tahun sebagai seorang senator dari Partai Republik.
Sebaliknya, McCain justru menyoroti perbedaan pandangan antara dirinya dan Republik di sejumlah isu, mulai dari strategi di Irak hingga perubahan iklim. "Posisi saya menjadi tidak populer dengan beberapa kebijakan Republik, mulai dari perubahan iklim, strategi Bush di Irak, hingga ke pembaruan pembiayaan kampanye yang selama ini saya tentang," kata McCain dalam program acara "Face the Nation".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang