Tak Terpikirkan, OPEC Potong Produksi

Kompas.com - 08/09/2008, 09:20 WIB

WINA, SENIN - Dengan harga minyak yang menurun hampir 30 persen dari angka tertinggi hampir 150 dollar AS per barrel, organisasi eksportir minyak OPEC mempertimbangkan aksi yang tak terpikirkan beberapa pekan sebelumnya. Hal yang tak terpikirkan itu pemotongan kuota produksi untuk menggairahkan harga minyak mentah.

Langkah itu tak pernah terbayangkan saat harga minyak yang melambung tinggi kembali merosot Juli lalu. Pertimbangan pemotongan kembali kuota produksi akan menjadi opsi dari rapat 13 menteri perminyakan OPEC di markasnya di Wina, Selasa (9/9).

Sejak menembus angka 147,27 dollar AS per barrel pada 11 Juli lalu, harga minyak dunia kemudian merosot hingga lebih dari 40 dollar AS atau lebih dari 27 persen. Hal yang perlu diperhatikan OPEC saat berencana kuota produksi adalah argumentasi AS dan konsumen minyak terkemuka lainnya bahwa kuota produksi perlu dipertahankan untuk mengakhiri lonjakan harga minyak.

Para menteri perminyakan OPEC menekankan argumentasinya bahwa suplai minyak telah cukup untuk memenuhi permintaan sehingga kuota produksi perlu diturunkan. OPEC justru menuduh spekulator serta melemahnya nilai dollar AS (greenback) sebagai penyebab lonjakan harga minyak.   

Namun, saat ini greenback telah menguat dan permintaan minyak dunia menurun akibat lesunya ekonomi dunia dan surutnya minat pelaku pasar bertransaksi di komoditas ini. Kontrak pengiriman minyak mentah light sweet untuk bulan Oktober menurun 1,66 dollar AS per barrel dan ditutup pada 106,23 dollar AS per barrel atau terendah sejak awal April lalu pada Jumat (5/9) pekan lalu di New York Mercantile Exchange.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau