Sekejap, Tiket Arus Balik Ludes

Kompas.com - 08/09/2008, 11:41 WIB

JAKARTA, SENIN - Tiket arus balik kereta api untuk tanggal 2 hingga 7 Oktober sudah habis dipesan. Padahal PT KA menyediakan ribuan tiket kelas bisnis dan eksekutif.  Sebelumnya, tiket mudik Lebaran mulai dari H-7 sampai H-1 dalam sekejap juga ludes dipesan. PT KA menambah jumlah kursi dengan memperbanyak gerbong tambahan. Namun, tiket gerbong tambahan pun habis terjual.

Wakil Kepala Stasiun KA Gambir, Sumbudi, kepada wartawan, Minggu (7/9) siang, mengatakan, PT KA berusaha melayani para calon pemudik yang akan kembali ke Jakarta dengan menambah kursi.

KA arus balik yang banyak diminati antara lain rute Surabaya-Jakarta; Solo-Jakarta; Yogyakarta-Jakarta; Semarang-Jakarta. ”Bagi mereka yang belum mudik sebelum Lebaran, bisa menggunakan waktu antara 2 sampai 7 Oktober 2008. Untuk tanggal-tanggal tersebut tidak perlu khawatir karena tiket untuk keberangkatan masih tersedia,” ujar Sumbudi.

Menurut Sumbudi, setiap harinya PT KA menyediakan 14 perjalanan kereta api dengan masing-masing 400 bangku. Jadi kesempatan untuk mudik setelah Lebaran sangat terbuka karena PT KA bisa memberangkatkan sebanyak 5.600 orang.

”Besaran jumlah tiket yang tersedia saya tidak hafal tetapi yang pasti masih banyak tiket untuk keberangkatan atau mudik pada tanggal 2 sampai 7 Oktober 2008,” tambah Sumbudi. Keterangan Sumbudi ditambahi Kahumas PT KA, Ahmad Sujadi.

Melalui ponsel, Ahmad membenarkan bahwa tiket KA untuk arus balik (kelas bisnis dan eksekutif) keberangkatan tanggal 2-7 Oktober 2008 telah habis dipesan. ”Tiket yang habis dipesan adalah untuk kereta perjalanan reguler. Tiket-tiket arus balik pada tanggal keberangkatan tersebut habis lantaran aktivitas masyarakat akan dimulai kembali pada tanggal 6 Oktober 2008,” kata Akhmad.

Oleh karena itu, kata dia, diperkirakan puncak arus balik adalah pada tanggal 4 sampai 6 Oktober 2008. Meski demikian Ahmad mengatakan bahwa bagi pemudik yang akan kembali ke Jakarta setelah berlebaran di kampung halaman jangan khawatir tidak kebagian tiket kereta api. Pasalnya pihak PT KA menyediakan kereta tambahan dengan jumlah perjalanan minimal satu kali perjalanan kereta api yang mampu membawa sebanyak 400 orang.

Untuk membantu kelancaran mudik dan arus balik, ucap Ahmad, pihaknya menyiapkan posko-posko di setiap stasiun KA. Di setiap posko disediakan sejumlah petugas keamanan dari PT KA dan polisi. ”Sedangkan di tiap KA minimal disediakan dua petugas keamanan untuk mengamankan penumpang. Jumlah petugas keamanan terdiri dari seorang petugas keamanan dari PT KA dan seorang polisi,” terang Ahmad.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau