Supertoy Jangan Dibesar-besarkan dan Dipolitisir

Kompas.com - 08/09/2008, 13:52 WIB

JAKARTA, SENIN - Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa meminta semua pihak untuk tidak mempolitisasi secara berlebihan kasus varietas benih padi Supertoy yang mengecewakan masyarakat petani di Desa Grabyak di Kabupaten Purworedjo, Jawa Tengah. Pasalnya, masalah ini sudah diatasi oleh Menteri Pertanian Anton Apriyantono dan diselesaikan di lapangan.

Hal itu diungkapkan oleh Hatta Radjasa menjawab pers, sebelum mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Senin (8/9) siang. "Supertoy itu sudah di-handle oleh Mentan. Persoalannya harusnya bisa diselesaikan di lapangan. Hendaknya juga hal-hal seperti itu tidak dipolitisir dan dibesar-besarkan. Memang itu harus diselesaikan. Jelas, padi itu masih dalam penelitian hingga sampainya akhirnya mendapat sertifikasi," tandas Hatta.

Menurutnya, penyelesaiannya sudah dilakukan oleh PT Sarana Harapan Indopangan (SHP) bersama mitranya. "Presiden sendiri sudah minta supaya Mentan menjelaskan," tambah Hatta.

Disinggung soal pernyataan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Adnan Buyung Nasution agar Staf Khusus Heru Lelono yang menjadi Komisaris di perusahaan diberhentikan karena membuat malu presiden, Hatta semula pura-pura tidak mendengar pertanyaan tersebut. Namun, ketika ditanya lagi, Hatta mengaku belum tahu.

Sementara Menteri Pertanian Anton Apriantono saat ditanya pers mengatakan bahwa yang bersalah adalah PT SHP. Perusahaan ini harus mengganti kerugian petani. "Merekalah yang salah dan bertanggung jawab, dan bukannya pemerinhtah. Masa dia yang berbuat, masa pemerintah yang mengganti?" tanya Anton.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau