Cedera Kambuh, Li Na Mundur

Kompas.com - 08/09/2008, 16:47 WIB

Laporan Wartawan Kompas.com, A. Tjahjo Sasongko

NUSA DUA, SENIN - Petenis China, Li Na memutuskan, Senin (8/9) mundur dari turnamen tenis CommonwealthBank Tennis Classic di Nusa Dua karena kambuh cedera lutut. Keputuasan mundur ini diambil Li Na hanya beberapa saat sebelum dimulainya turnamen di lapangan tenis Grand Hyatt Bali, Nusa Dua tersebut.

Li Na yang ditempatkan sebagai unggulan keenam ini sebenarnya dijadwalkan akan menghadapi petenis wild card, Ayumi Morita dari Jepang. Dalam penjelasannya, Senin (8/9), Li Na menyebut cedera lutut itu merupakan cedera lama.

Ia bahkan sempat menjalani operasi untuk emngatasinya. Namun, ia merasa karena perjalanan panjang dari Amerika--usai mengikuti turnamen grand slam AS Terbuka--ke Bali, lukanya tersebut terasa kembali.

"Saya merasakan cedera itu saat berlatih, Minggu (7/9). Namun saat bangun pagi ini (Senin 8/9), saya merasa lebih baik dan sanggup bermain," kata Li Na. Namun saat mencoba berlatih kembali, Senin (8/9), Li Na merasa cedera lututnya semakin parah.

"Saat melakukan servis mau pun pukulan lainnya, saya merasa tidak bisa melakukannya dengan maksimal," lanjutnya. Setelah berkonsultasi dengan federasi tenis China, Li Na kemudian memutuskan mundur dan kembali ke negaranya, Selasa (9/9).

"Saya akan langsung menjalani pemeriksaan dengan doktere di China," katanya.

Li Na merupakan satu pemain China yang paling ditunggu publik tenis di Nusa Dua Bali. Ia memiliki peringkat paling tinggi (36) daripada dua pemain China lainnya, Peng Shuai (47) dan Yuan Meng (95).

Mundurnya Li Na memberi kemujuran buat pemain Indonesia, Lavinia Tananta. Meski kalah di babak kualifikasi, Lavinia maju ke babak utama dengan status sebagai pemain lucky loser. Sayang, Lavinia langsung tumbang di tangan petenis Polandia, Marta Domachowska 2-6 3-6.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau