Laporan wartawan Kompas Suhartono
JAKARTA, SENIN-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tengah-tengah memimpin rapat terbatas mengenai benih dan pupuk di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Senin (8/9) sore, menjelaskan kepada para menterinya terkait kehadirannya dalam acara panen raya perdana padi varietas baru, Supertoy HL-2, di Desa Grabag, Kecamatan Purworejo, ibu kota Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
"Kasus Supertoy tidak dibahas secara khusus, akan tetapi memang dijelaskan Presiden di rapat," tandas Menteri Pertanian Anton Apriantono menjawab pers, dalam keterangan, seusai menghadiri rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta. Anton tak mau merinci apa saja yang dijelaskan Presiden.
Namun, dari sumber Kompas yang mendengarkan penjelasan Presiden, diungkapkan bahwa Presiden Yudhoyono tidak memberikan dukungan dalam penyebaran varietas Supertoy. Presiden justru mempertanyakan kesahihan varietas tersebut. "Presiden mengaku hadir dalam acara itu hanya diundang Bupati Purworedjo," ungkap sumber tersebut.
Penjelasan Presiden Yudhoyono itu dilakukan saat rapat memasuki pembahasan mengenai benih dan bukan di awal ratas.
Sebelum ratas, Anton yang ditanya pers mengatakan bahwa yang bersalah dalam penyebaran Supertoy HL-2 yang belum mendapat sertifikasi adalah PT Sarana Harapan Indopangan (SHP) bersama mitranya, sehingga perusahaan tersebut yang harus mengganti semua kerugian petani.
"Mereka yang salah dan harus bertanggung jawab, dan bukannya pemerintah. Masa dia yang berbuat, pemerintah yang mengganti?" ujar Anton. (HAR)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang