ZAGREB, SELASA - Laga antara Kroasia dan Inggris semakin memanas setelah muncul komentar dari Pelatih Kroasia, Slaven Bilic. Bilic menyebutkan bahwa permainan Inggris terlalu mudah dibaca dan bakal takut menghadapi timnya.
Pernyataan Bilic itu seolah hendak menyatakan bahwa mereka siap mengulang sukses mempermalukan Inggris pada kualifikasi Piala Dunia 2010 di Zagreb, Rabu (10/9). Sebelumnya, Bilic yang dua kali membawa timnya menggasak Inggris di kualifikasi Piala Eropa sempat menantang Inggris memperbaiki penampilan mereka.
"Inggris tidak dapat bermain sepak bola dengan baik karena permainan mereka mudah ditebak. Saya tidak tahu kenapa. Saya akan tahu jika saya berlatih bersama dan berbicara dengan para pemain," kata Bilic.
Bukan hanya meledek kekuatan Inggris, Bilic bahkan menyangsikan mental para pemain St. George Cross. Ini tak lepas dari upaya Inggris mengganggu konsentrasi Bilic dengan cara menawarinya jabatan pelatih West Ham United. Meski merasa tak terpengaruh dengan berita soal tawaran melatih tersebut, Bilic menganggap upaya ini merupakan salah satu cara kotor Inggris sebelum pertandingan Rabu nanti. Inilah pertanda ketakutan dari tim "Tiga Singa".
"Tak seorang pun takut terhadap Inggris. Jika ada orang yang takut pada pertandingan hari Rabu, itu adalah Inggris," kata pelatih penggemar musik metal tersebut.
Tidur sekamar
Bilic mengaku heran dengan lenyapnya kekuatan Inggris yang disebut-sebut sebagai penemu sepak bola. Ia tidak habis pikir mengapa pemain Inggris tidak dapat tampil maksimal meski mereka sebetulnya dapat menjadi tim besar.
"Jika saya jadi manajer Inggris, saya akan mencari tahu sebab saya benar-benar tidak tahu mengapa penampilan mereka tidak seperti yang sebenarnya bisa mereka lakukan," katanya.
Karena alasan itulah, Bilic rela tidur sekamar dengan para pemain untuk mendengarkan curhat mereka. Ini semua dilakukannya untuk mendekatkan diri dengan pemain dan bukannya menghilangkan otoritasnya sebagai pelatih.
"Kadang saya berbaring di ranjang dengan pemain. Saya ke kamar (Vedran) Corluka dan (Luka) Modric ketika saya lihat mereka memiliki masalah dan saya berbaring di ranjang bersama mereka dan kami berbicara selama sepuluh menit," tambahnya. (SUN, MAIL)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang