Jelang kroasia vs inggris

Bilic: Inggris Penakut dan Gampang Ditebak

Kompas.com - 09/09/2008, 01:37 WIB

ZAGREB, SELASA - Laga antara Kroasia dan Inggris semakin memanas setelah muncul komentar dari Pelatih Kroasia, Slaven Bilic. Bilic menyebutkan bahwa permainan Inggris terlalu mudah dibaca dan bakal takut menghadapi timnya.

Pernyataan Bilic itu seolah hendak menyatakan bahwa mereka siap mengulang sukses mempermalukan Inggris pada kualifikasi Piala Dunia 2010 di Zagreb, Rabu (10/9). Sebelumnya, Bilic yang dua kali membawa timnya menggasak Inggris di kualifikasi Piala Eropa sempat menantang Inggris memperbaiki penampilan mereka.

"Inggris tidak dapat bermain sepak bola dengan baik karena permainan mereka mudah ditebak. Saya tidak tahu kenapa. Saya akan tahu jika saya berlatih bersama dan berbicara dengan para pemain," kata Bilic.

Bukan hanya meledek kekuatan Inggris, Bilic bahkan menyangsikan mental para pemain St. George Cross. Ini tak lepas dari upaya Inggris mengganggu konsentrasi Bilic dengan cara menawarinya jabatan pelatih West Ham United. Meski merasa tak terpengaruh dengan berita soal tawaran melatih tersebut, Bilic menganggap upaya ini merupakan salah satu cara kotor Inggris sebelum pertandingan Rabu nanti. Inilah pertanda ketakutan dari tim "Tiga Singa".

"Tak seorang pun takut terhadap Inggris. Jika ada orang yang takut pada pertandingan hari Rabu, itu adalah Inggris," kata pelatih penggemar musik metal tersebut.

Tidur sekamar

Bilic mengaku heran dengan lenyapnya kekuatan Inggris yang disebut-sebut sebagai penemu sepak bola. Ia tidak habis pikir mengapa pemain Inggris tidak dapat tampil maksimal meski mereka sebetulnya dapat menjadi tim besar.

"Jika saya jadi manajer Inggris, saya akan mencari tahu sebab saya benar-benar tidak tahu mengapa penampilan mereka tidak seperti yang sebenarnya bisa mereka lakukan," katanya.

Karena alasan itulah, Bilic rela tidur sekamar dengan para pemain untuk mendengarkan curhat mereka. Ini semua dilakukannya untuk mendekatkan diri dengan pemain dan bukannya menghilangkan otoritasnya sebagai pelatih.

"Kadang saya berbaring di ranjang dengan pemain. Saya ke kamar (Vedran) Corluka dan (Luka) Modric ketika saya lihat mereka memiliki masalah dan saya berbaring di ranjang bersama mereka dan kami berbicara selama sepuluh menit," tambahnya. (SUN, MAIL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau