KASTIL MEIENDORF, SENIN - Presiden Rusia Dmitry Medvedev akhirnya setuju untuk menarik pasukannya dari Georgia dalam waktu sebulan. Hal tersebut disampaikan Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy usai perundingan di dekat Moskow, Senin (8/9).
"Dalam waktu satu pekan, pos pemeriksaan dibongkar. Dalam satu bulan, pasukan militer Rusia berada di luar Georgia, kecuali di Ossetia dan Abkhazia," kata Sarkozy. Sarkozy mengatakan, Rusia telah setuju membongkar pos-pos pemeriksaan di sekitar kota pelabuhan Poti Georgia--yang menjadi sumber kekhawatiran khusus Barat--dalam waktu sepekan itu.
Sarkozy mengatakan bahwa jika Rusia melaksanakan janjinya, tidak ada alasan perundingan EU-Rusia tidak dilaksanakan pada Oktober mendatang. Rusia pada prinsipnya menyepakati penempatan kontingen pengamat Uni Eropa (EU) beranggotakan 200 orang untuk memantau konflik Georgia.
Setelah pertemuan dengan Sarkozy itu, Medvedev mengatakan, Rusia telah memperoleh jaminan dari negara-negara Uni Eropa yang diwakili presidennya saat ini, Perancis, bahwa Georgia akan mengendalikan diri dari penggunaan kekerasan dalam upaya menguasai lagi Ossetia Selatan yang pro-Rusia. Rusia beralasan pengiriman pasukannya ke wilayah Georgia dalam perang lima hari bulan lalu dilakukan karena hal tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang