JAKARTA, SELASA - Pemimpin PT Sarana Harapan Indopangan selaku pengembang calon varietas baru Supertoy HL-2 dinilai melakukan pelanggaran. Pelanggaran itu terkait penjualan benih calon varietas yang belum dilepas Menteri Pertanian. Hal itu bertentangan dengan UU No 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman.
Menurut pakar hukum pidana Universitas Indonesia, Rudy Satriyo Mungkantardjo, karena UU No 12/1992 tidak mensyaratkan korporasi, pelanggaran atas tindak pidana tersebut menjadi tanggung jawab jajaran pemimpin PT SHI.
”Sanksi yang diberikan dalam bentuk pidana dan denda sebagai kompensasi atas kerugian yang diderita petani,” kata Rudy, Senin (8/9) di Jakarta.
Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengemukakan, PT SHI yang mengembangkan benih padi Supertoy HL-2 di Desa Grabag, Purworejo, Jawa Tengah, melakukan pelanggaran dan telah ditegur. Pelanggaran itu terkait luas lahan yang digunakan untuk pengujian benih dan kejelasan kontrak dengan petani.
”Permasalahan muncul karena kontrak perusahaan dengan petani tidak jelas. Hanya panen pertama saja yang ditanggung, berikutnya tidak ditanggung. Petani ternyata gagal dan mereka mengklaim. Ada juga pelanggaran lahan uji coba benih terlalu luas. Harusnya 10 hektar, ini luasnya sekitar 100 hektar,” ujar Anton.
Terhadap pelanggaran dalam kasus Supertoy HL-2, Anton meminta PT SHI dalam uji coba selanjutnya melibatkan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih dalam proses sertifikasi.
HL tak di Istana
PT SHI adalah anak perusahaan PT Sarana Harapan Indogrup dengan CEO Iswahyudi dan Komisaris Utama Heru Lelono. Heru adalah staf khusus presiden bidang pembangunan dan otonomi daerah.
Di Gerakan Indonesia Bersatu (GIB), dengan Yudhoyono duduk sebagai ketua dewan penasihat, Heru adalah sekretaris umum dan Iswahyudi adalah wakilnya.
Dua anak perusahaan PT SHI lain adalah Sarana Harapan Indohidro yang membuat kontroversi dengan bahan bakar blue energy dan Sarana Harapan Indopower yang sedang menggagas rencana pembangunan pembangkit listrik berbiaya murah.
Dalam rapat kabinet tentang benih dan pupuk, Heru tidak hadir. Rekannya sesama staf khusus hadir, seperti dua juru bicara kepresidenan, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal, serta staf khusus bidang pengaduan Sardan Marbun.
”Ia (Heru) bukan anggota kabinet. Biasanya juga memang ia tidak pernah ada,” ujar Anton.
Meskipun menuai kontroversi dan terbukti gagal pada panen kedua di Purworejo, proses sertifikasi Supertoy HL-2 akan terus dilanjutkan karena memiliki potensi sebagai bibit unggul.
Mengenai komersialisasi bibit yang belum bersertifikasi, Anton menegaskan, hal itu dilarang. Ia tidak tahu persis apakah benih padi Super Toy HL-2 dikomersialisasikan atau dijual putus.
Terburu-buru
Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan Winarno Tohir mengatakan, ada kesan terburu- buru dari PT SHI dalam memublikasikan calon varietas Supertoy HL-2. Kesan terburu-buru itu selama ini tidak saja dilakukan PT SHI, tetapi juga oleh penyelenggara uji multilokasi lain, termasuk saat memperkenalkan benih padi hibrida impor.
”Padahal, publikasi dan komersialisasi baru bisa dilakukan setelah ada pelepasan varietas,” katanya. Kegagalan uji multilokasi tidak menjadi soal sejauh tidak melibatkan petani.
Toyong menghilang
Sementara itu, Basiran (65), orangtua Supriadi alias Toyong, mengaku anaknya, yang selama ini disebut-sebut sebagai penemu padi Supertoy, sudah dua bulan tidak pulang ke rumah. Mereka pun mengkhawatirkan keselamatan anaknya itu. Tetangga sekitar juga tidak mengetahui keberadaan Toyong saat ini.(INU/HAR/MAS/ENY)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang