SEMARANG, SELASA- Tiket kereta api (KA) dari Stasiun Tawang Semarang pada saat arus balik untuk keberangkatan tanggal 5-6 Oktober 2008 dari stasiun ini sudah habis terjual.
"Bahkan untuk persediaan tiket tanggal 7-8 Oktober juga sudah menipis," kata Amin Sugiyanto, staf Kepala Stasiun Tawang Semarang, Selasa.
Pada saat arus balik, Stasiun KA Tawang memberangkatkan delapan rangkaian KA kelas bisnis dan eksekutif ke berbagai jurusan, terutama Jakarta dan Surabaya. Masing-masing KA menarik delapan gerbong yang berisi 60 penumpang/gerbong.
Amin mengatakan, tanggal 5-6 Oktober merupakan puncak arus balik dari Semarang sehingga pemesanan tiket juga sangat tinggi. Ia menjelaskan, untuk menangani tingginya pemesanan tiket sebenarnya pihak PT KA sudah menyediakan KA Kamandanu Lebaran.
"Tiketnya sudah bisa dipesan sejak 5 September namun tiketnya juga sudah habis," katanya.
Ditanya apakah ada kebijakan tersendiri dalam menghadapi arus balik Lebaran, Amin menjelaskan, seperti tahun-tahun sebelumnya untuk kereta api bisnis disediakan 15-20 persen tiket tanpa tempat duduk.
"Tiket tanpa tempat duduk itu hanya berlaku untuk kereta api kelas bisnis," katanya. Amin menambahkan, terkait antisipasi merebaknya calo, pihaknya telah menerapkan pembelian dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).
"Kalau kita bicara masalah calo, sangat sulit untuk dibasmi. Mereka timbul tenggelam," katanya. Ia menceritakan, dari sejumlah kasus calo yang pernah ditangkap mereka berasal dari luar Semarang seperti Demak, Boja, Kendal, dan daerah lain.
"Kita hanya mengetahui pembelian tiket oleh calo, saat kita membuka penjualan tiket cepat habis. Kalau pembelian oleh masyarakat tentu tidak akan langsung dalam jumlah banyak," katanya.
Amin menambahkan, PT KA sudah berupaya meminimalisasi keberadaan calo dengan cara tetap membuka pembelian tiket pada saat menjelang keberangkatan.
"Tiket hanya berlaku hari itu. Jika masyarakat membeli di loket stasiun KA, itu akan meminimalisasi aksi calo," katanya.