Tiket KA untuk Arus Balik Sudah Habis

Kompas.com - 09/09/2008, 07:54 WIB


SEMARANG, SELASA- Tiket kereta api (KA) dari Stasiun Tawang Semarang pada saat arus balik untuk keberangkatan tanggal 5-6 Oktober 2008 dari stasiun ini sudah habis terjual.
    
"Bahkan untuk persediaan tiket tanggal 7-8 Oktober juga sudah menipis," kata Amin Sugiyanto, staf Kepala Stasiun Tawang Semarang, Selasa.
    
Pada saat arus balik, Stasiun KA Tawang memberangkatkan delapan rangkaian KA kelas bisnis dan eksekutif ke berbagai jurusan, terutama Jakarta dan Surabaya. Masing-masing KA menarik delapan gerbong yang berisi 60 penumpang/gerbong.
    
Amin mengatakan, tanggal 5-6 Oktober merupakan puncak arus balik dari Semarang sehingga pemesanan tiket juga sangat tinggi. Ia menjelaskan, untuk menangani tingginya pemesanan tiket sebenarnya pihak PT KA sudah menyediakan KA Kamandanu Lebaran.
    
"Tiketnya sudah bisa dipesan sejak 5 September namun tiketnya juga sudah habis," katanya.
    
Ditanya apakah ada kebijakan tersendiri dalam menghadapi arus balik Lebaran, Amin menjelaskan, seperti tahun-tahun sebelumnya untuk kereta api bisnis disediakan 15-20 persen tiket tanpa tempat duduk.
    
"Tiket tanpa tempat duduk itu hanya berlaku untuk kereta api kelas bisnis," katanya. Amin menambahkan, terkait antisipasi merebaknya calo, pihaknya telah menerapkan pembelian dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).
    
"Kalau kita bicara masalah calo, sangat sulit untuk dibasmi. Mereka timbul tenggelam," katanya. Ia menceritakan, dari sejumlah kasus calo yang pernah ditangkap mereka berasal dari luar Semarang seperti Demak, Boja, Kendal, dan daerah lain.
    
"Kita hanya mengetahui pembelian tiket oleh calo, saat kita membuka penjualan tiket cepat habis. Kalau pembelian oleh masyarakat tentu tidak akan langsung dalam jumlah banyak," katanya.
    
Amin menambahkan, PT KA sudah berupaya meminimalisasi keberadaan calo dengan cara tetap membuka pembelian tiket pada saat menjelang keberangkatan.
    
"Tiket hanya berlaku hari itu. Jika masyarakat membeli di loket stasiun KA, itu akan meminimalisasi aksi calo," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau