PALANGKARAYA, SELASA - Hujan yang mengguyur Pulau Kalimantan dalam dua pekan terakhir tidak saja membuat beberapa wilayah di Kalsel, Kalteng, dan Kaltim kebanjiran, juga membuat jalan trans-Kalimantan di perbatasan Kalteng-Kalbar rusak parah.
Lokasi rusaknya jalan penghubung dua provinsi tersebut tepatnya di Kudangan Kabupaten Lamandau, Kalteng. Badan jalan di kawasan itu nyaris tak bisa dilalui karena berubah menjadi lumpur.
Gubernur Kalteng A Teras Narang yang baru meninjau daerah itu mengatakan, kontraktor tidak bisa mengaspal karena hujan sering turun. "Kerusakan sangat panjang, yaitu mencapai 200 kilometer," ujar Teras.
Di Kabupaten Kutai Barat, Kaltim, ratusan rumah di Kampung Matalibaq, Kecamatan Long Hubung, terendam. Ketinggian air mencapai sekitar 2 meter.
Hingga Selasa (9/9) pagi warga masih bertahan di rumah masing-masing yang kebanyakan berbentuk panggung. Bantuan logistik dari Pemkab Kutai Barat atau pihak lain pun belum datang.
Kampung Matalibaq berada di kawasan dataran rendah dan "dikepung" luapan banjir dari Sungai Mahakam, Sungai Ratah, dan Sungai Matalibaq. (Norjani Aseran/Alex Pardede)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang