Banjir di Kalimantan Kian Parah

Kompas.com - 09/09/2008, 09:13 WIB

PALANGKARAYA, SELASA - Hujan yang mengguyur Pulau Kalimantan dalam dua pekan terakhir tidak saja membuat beberapa wilayah di Kalsel, Kalteng, dan Kaltim kebanjiran, juga membuat jalan trans-Kalimantan di perbatasan Kalteng-Kalbar rusak parah.

Lokasi rusaknya jalan penghubung dua provinsi tersebut tepatnya di Kudangan Kabupaten Lamandau, Kalteng. Badan jalan di kawasan itu nyaris tak bisa dilalui karena berubah menjadi lumpur.

Gubernur Kalteng A Teras Narang yang baru meninjau daerah itu mengatakan, kontraktor tidak bisa mengaspal karena hujan sering turun. "Kerusakan sangat panjang, yaitu mencapai 200 kilometer," ujar Teras.

Di Kabupaten Kutai Barat, Kaltim, ratusan rumah di Kampung Matalibaq, Kecamatan Long Hubung, terendam. Ketinggian air mencapai sekitar 2 meter.

Hingga Selasa (9/9) pagi warga masih bertahan di rumah masing-masing yang kebanyakan berbentuk panggung. Bantuan logistik dari Pemkab Kutai Barat atau pihak lain pun belum datang.

Kampung Matalibaq berada di kawasan dataran rendah dan "dikepung" luapan banjir dari Sungai Mahakam, Sungai Ratah, dan Sungai Matalibaq. (Norjani Aseran/Alex Pardede)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau