Nama Sapi Bali Diubah Jadi Sapi Timor

Kompas.com - 09/09/2008, 09:43 WIB

Laporan Wartawan Kompas Kornelis Kewa Ama Khayam

KUPANG, SELASA - Sapi bali yang dikembangbiakkan di Nusa Tenggara Timur (NTT) seharusnya diubah namanya menjadi sapi timor. Nama sapi timor untuk menunjukkan identitas diri warga Timor dan mendorong masyarakat untuk meningkatkan sistem peternakan di daerah itu.

Wakil Gubernur NTT Esthon Foenay ketika membuka Forum Kepala Bappeda se-Kawasan Timur (KTI) di Kupang, Selasa (9/9), mengatakan, PAD NTT tahun 2008 hanya Rp 250 miliar, sedangkan Kabupaten Kutai Kertanegara mencapai Rp 1,7 triliun.

Perbedaan ini sangat mengejutkan dan membuat warga NTT harus bertanya diri, apakah PAD NTT bisa ditingkatkan atau tidak. "Pemerintah dan masyarakat NTT terus berupaya membangun daerah ini, bertolak dari latar belakang budaya, potensi sumber daya manusia, dan karakter masyarakatnya," katanya.

Karena itu, dalam waktu dekat Pemda NTT akan menuangkan dalam bentuk surat keputusan untuk memberi nama sapi bali yang selama ini disebutkan masyarakat menjadi sapi timor. Sejak nenek moyang masyarakat NTT memelihara ternak sapi sudah ada sebutan sapi timor, tetapi kemudian yang lebih populer adalah nama sapi bali karena pegaruh Orde Baru.

Hadir dalam kegiatan itu 12 Kepala Bappeda se-KTI, Ketua Pokja KTI Dr Marwah Daud Ibrahim, Kepala Bagian Perencanaan Ditjen Bina Bangda Depdagri Eka Atmaja Baskara Hadi, Deputi Menteri/Kepala Bappenas Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan Bambang Widianto, serta Kepala Pusat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan Bappenas Dr Ayip Syaefullah. Keduabelas Kepala Bappeda se-KTI itu, antara lain Alex Rumaseb dari Papua, Ishak Hallatu dari Papua Barat, Ristianto Sugiono dari Maluku, Lalau Faturrahman dari NTB, dan Tan Malaka Guntur dari Sulawesi Selatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau