Empat Kilo Emas Dirampok, Satu Korban Tewas

Kompas.com - 09/09/2008, 15:13 WIB

Laporan Wartawan Kompas Iwan Santosa

JAKARTA, SELASA — Kelompok perampok bersenjata api kembali beraksi di Ibu Kota. Kali ini sasarannya tak tanggung-tanggung, empat kilogram emas. Untuk mendapatkan barang incaran tersebut, mereka menembak mati salah satu dari dua pegawai toko emas yang sedang membawa emas itu dengan sepeda motor.

Peristiwa ini terjadi hari Selasa (9/9) sekitar pukul 12.30 di Gang Buntu RT09 RW 10, Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Lama. Saat itu Susanto Wijaya dan Avin membawa emas milik majikannya dari toko emas di Palmerah menuju toko emas lain di Kebayoran Lama.

Saat mereka memasuki Gang Buntu, tiba-tiba motor yang dikendarai Avin dipepet dua motor. Sesaat kemudian, salah satu dari mereka menembak mati Susanto yang dibonceng Avin. Susanto pun langsung tersungkur dan tewas dengan dua luka tembakan.

"Tas direbut oleh kawanan penjahat dan mereka melarikan diri lewat arah Gang Seha yang tembus jalan ke Kebayoran Lama, kemudian mereka leluasa melarikan diri," ungkap Kepala Polres Jakarta Barat Kombes Chairul, Selasa petang.

Saat ini jenazah Susanto berada di Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau