Tempo Kalah, Aksi Tabur Bunga Digelar di Ruang Sidang

Kompas.com - 09/09/2008, 17:27 WIB

JAKARTA, SELASA - Setelah Ketua Majelis Hakim Panusunan Harahap mengetokkan palu tanda berlakunya putusan yang mengabulkan gugatan Asian Agri Group (AAG), sejumlah wartawan dan aktivis pers menggelar aksi tabur bunga di dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Selasa (9/9).

Mereka yang tergabung dalam Koalisi Aliansi Pembela Pasal 28 (APP 28) dan Koalisi Anti Penghancuran Hutan Indonesia (KAPHI) menaburkan bunga seusai sidang dan menggelar aksi teatrikal dan demonstrasi di depan area parkir pintu masuk PN Jakpus.

"Kami berduka dengan adanya putusan ini, kebebasan pers terbungkam. Wartawan tidak boleh lagi memberitakan kasus dugaan korupsi atau penyelewengan lain yang merugikan hak-hak publik," tutur Wiwin, koordinator aksi.

Sedangkan menurut Bambang Harymurti, mantan Pemimpin Redaksi Tempo, pemberitaan di majalah Tempo tak bermaksud melakukan penghinaan pada pribadi Sukanto Tanoto tetapi pada dugaan tindakan penggelapan pajak sebesar Rp 1,3 triliun. Ia merasa kecewa dan mengungkapkan perkabungan atas kebebasan pers yang mulai redup di negeri ini dengan kasus ini.

Menanggapi putusan majelis hakim, kuasa hukum Tempo Darwin Aritonang mengaku kecewa dengan putusan tersebut. "Tempo sudah melakukan sesuai kaidah jurnalistik, termasuk meminta keterangan dari narasumber yang kompeten dari AAG tetapi tidak ditanggapi. Kalau mereka minta hak jawab, kita juga sudah fasilitasi, tapi tetap tidak puas," tuturnya.

Sedangkan di tempat terpisah, kuasa hukum AAG Hinca Panjaitan saat ditemui Kompas.com menyatakan pihaknya tidak bermaksud untuk membungkam kebebasan pers dengan memenangkan perkara perdata ini.

"Persoalannya kan pada mekanisme hak jawab yang tak dipenuhi dengan benar oleh tergugat. Pers juga bisa belajar melalui kasus ini bahwa prinsip ketelitian dan asas praduga tak bersalah itu juga berlaku," katanya.

Aksi teatrikal dan demonstrasi masih berlangsung sekitar 15 menit dan diakhiri dengan sampah yang berserakan berupa bunga dan uang bertuliskan Bank Sukanto Tanoto yang bertebaran di tempat aksi berlangsung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau