SURABAYA, SELASA - Selama masa lebaran, PT Kereta Api Daerah Operasional VIII Surabaya memetakan beberapa daerah rawan kecelakaan. Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan perjalanan, PT Kereta Api menyiapkan peralatan material di lima stasiun.
PT Kereta Api Daerah Operasional VIII Surabaya (PT KA Daop VIII) memprediksi beberapa daerah rawan kecelakaan, seperti tanah labil, tanah longsor, banjir, pencurian, dan pelemparan batu. Beberapa daerah yang memiliki potensi kelabilan tanah yaitu lintasan antara stasiun Baworno-Stasiun Pucuk di Kabupaten Lamongan, tanah longsor di jalur Stasiun Kesamben-Stasiun Ngebruk jurusan Kota malang-Blitar, Stasiun Singosari-Stasiun Lawang di Malang, serta Stasiun Wonokerto-Stasiun Bangil di Pasuruan.
Sementara itu, karena masa lebaran jatuh pada bulan Oktober, dimungkinkan pula potensi terjadinya banjir akibat curah hujan yang mulai tinggi. Daerah yang berpotensi banjir adalah jalur Stasiun Garum-Stasiun Talun di Blitar, dan Stasiun Porong-Stasiun Tan ggulangin di Sidoarjo.
"Untuk daerah-daerah rawan tersebut, PT KA menyediakan alat material untuk siaga (Amus). Amus disiapkan di lima stasiun, yaitu Stasiun Babat, Stasiun Kandangan, Stasiun Pasar Turi, Stasiun Mojokerto, dan Stasiun Bangil," kata Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasional VIII Surabaya, Sugeng Prijadi, Selasa (9/9) di Surabaya.
Sebagai antisipasi, PT KA menyiapkan tiga macam alat material, yaitu batu pecah, bantalan rel, dan leger jembatan atau jembatan darurat. Di lima stasiun tersebut, disiapkan masing-masing 10 hingga 12 gerbong batu pecah, 200 batang bantalan rel, dan beberapa leger jembatan.
Menurut Sugeng, selain menyiapkan material, PT KA juga menyediakan kereta penolong di beberapa stasiun, yaitu Babat, Pasar Turi, Sidotopo, Malang, dan Blitar. "Jika sewaktu-waktu ada kerusakan kereta, kami menyiagakan delapan karyawan untuk perbaikan rel, jembatan, sarana KA, dan sinyal operasi," ujarnya.
Penambahan personel juga dilakukan PT KA dengan menambah juru penilik jalan sebanyak 151 orang dari jumlah petugas reguler biasanya yaitu 106 orang. Jika petugas reguler bertugas pada dini hari hingga pagi hari, maka petugas tambahan bekerja pada saat siang hari hingga sore hari.
Untuk menunjang kesehatan penumpang, fasilitas posko kesehatan juga disiagakan di beberapa stasiun, seperti Babat, Turi, Gubeng, Malang, Bangil, Sidoarjo, Wonokerto, Mojokerto, dan Blitar.
Perhatikan kesiapan
Direktur Eksekutif Indonesian Railway Watch, Taufik Hidayat mengatakan, menanggapi tingginya permintaan masyarakat terhadap kebutuhan transportasi, PT KA terus menambah daya angkut KA melalui penambahan kereta-kereta baru. Taufik mengharapkan, penambahan kereta tambahan harus benar-benar melalui pengujian kelayakan jalan dan mengutamakan keselamatan penumpang.
"Penambahan kereta pasti akan berdampak pada padatnya arus keberangkatan kereta dan berpotensi pada keterlambatan kedatangan kereta. Petugas-petugas harus disiagakan agar siap menghadapi perubahan ini," ujarnya.
Menurut Taufik, penambahan sarana KA dapat dilakukan, namun PT KA jangan terlalu memaksakan diri dengan keterbatasan infrastruktur kereta yang ada. "Akhir-akhir ini sering terjadi kereta anjlok. Ini harus menjadi pelajaran bersama. Potensi peningkatan penumpang memang besar tetapi keselamatan tetap harus diutamakan," tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang