Perang Tarif Ponsel Sengit, Layanan Memburuk

Kompas.com - 10/09/2008, 10:25 WIB

JAKARTA, RABU - Memasuki bulan puasa, bedug penyemangat perang promosi tarif telepon seluler makin bertalu. Tiap operator saling menawarkan program tarif telepon termurah.

Lihat saja, perang iklan tarif murah telepon seluler yang berseliweran di stasiun televisi dan koran. Mereka menawarkan promo short message service (SMS) gratis, mengiklankan diskon tarif telepon, serta beragam bonus tambahan lainnya.

PT Hutchinson CP Telecomunication, operator telepon "3", misalnya, menggelar promosi SMS gratis lintas operator selama 24 jam. Hutchinson mengklaim bahwa program ini berlaku antar sesama operator seluler berbasis global system for mobile mau pun dengan operator berbasis fixed wireless access (FWA).

Cuma, program ini ada syaratnya. Pengguna "3" harus mengirim lima pesan pendek SMS terlebih dahulu. Baru setelah itu, pelanggan dapat menikmati SMS gratis ke semua operator. "Periode promosi ini tidak dibatasi," kata Suresh Reddy, Chief Marketing Officer PT Hutchinson CP Telecommunication, Selasa (9/9).

Suresh optimistis, program promo tarif SMS itu bakal mengerek jumlah pelanggan "3". Mereka mengklaim telah menggaet 3,2 juta pelanggan.

Operator telepon seluler lain yang juga sedang gencar meluncurkan program promo tarif murah adalah PT Excelcomindo Pratama Tbk, operator XL. Perusahaan yang mayoritas sahamnya milik Telekom Malaysia ini, mulai awal bulan ini, menggratiskan tarif percakapan antara sesama XL pascabayar. Bagi pelanggan prabayar, XL memberikan bonus gratis SMS. Cuma, ketentuan itu berlaku mulai puku1 00.00 sampai 06.00.

Layanan makin buruk

Berbagai promo ini mungkin efektif menjaring pelanggan baru. Sepintas kilas,  program itu memang menguntungkan pelanggan. Tapi jangan lupa, banyak pula pelanggan yang justru mengeluhkan berbagai program promosi ini. "Sebab kualitas layanannya justru makin buruk," ujar juru bicara Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Ditjen Postel) Gatot. S. Dewa Broto.

Gatot mengingatkan, operator harus berhati-hati menggeber layanan promosi itu kalau tidak menaikkan kualitas layanan, terutama sewaktu memasuki H2 Lebaran dan H+2 Lebaran. Jika operator telepon memberikan layanan buruk pada masa itu, pemerintah akan memberikan teguran sangat keras kepada operator. "Pak Menteri Komunikasi sudah menyampaikan hat ini. Kami tak akan main-main," imbuhnya. (Eflin Gitarosalyn, Havid Vebri)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau