JAKARTA, RABU - Bank Pembangunan Asia (ADB) tengah mempertimbangkan kemungkinan menaikkan kewajiban setoran tahunan masing-masing anggota untuk memecahkan masalah keterbatasan resources pendanaan yang mereka alami saat ini.
"Saya belum tahu besaran kenaikan karena masih sedang di-review," kata Ceppie K Sumadilaga, Direktur Eksekutif ADB untuk Indonesia, Fiji, Kirgistan, Selandia Baru, Samoa, dan Tonga usai mendampingi Presiden ADB Haruhiko Kuroda di Gedung Bappenas Jakarta, Rabu (10/9).
Ia mengatakan, besaran itu akan bervariasi tergantung pada share masing-masing anggota selama ini ke lembaga yang berbasis di Manila itu. "Saat ini share Indonesia sekitar 5,4 persen ke ADB," katanya.
Menurutnya, sumber pendanaan ADB selama ini adalah pemasukan dari setoran tahunan anggota dan biaya-biaya atas pinjaman yang diberikan. "Ada kemungkinan pada 2010 dana kita akan terbatas sehingga sulit memenuhi kebutuhan masing-masing anggota," katanya.
Ia juga mengatakan, keputusan untuk merevisi setoran tahunan anggota tersebut akan menunggu persetujuan para gubernur ADB yang akan mengadakan pertemuan tahunan di Bali, 2009. "Jadi, kalau memang disetujui, paling baru diterapkan pada 2009," katanya.