Hotline KB untuk Warga Miskin

Kompas.com - 10/09/2008, 14:55 WIB

JAKARTA, RABU - Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) membuka hotline atau layanan pengaduan bagi masyarakat miskin untuk memaksimal program KB gratis dan jasa pelayanannya.

Dengan dibukanya hotline berupa saluran telepon dan SMS gateway di nomor 08195130606, BKKBN mengharapkan terciptanya suatu sistem kontrol dari masyarakat agar program KB berjalan maksimal dan tepat sasaran.

Demikian diungkapkan Kepala BKKBN, Sugiri Syarief  dalam Rapat Dengar Pendapat antara BKKBN dengan anggota Komisi IX DPR-RI di  Jakarta, Rabu (10/9).  Menurut Sugiri, pelaksanaan program KB gratis untuk keluarga miskin (gakin) khususnya di daerah-daerah selama ini kurang berjalan efektif karena banyak warga miskin masih dipungut biaya.

BKKBN pernah mengatasi masalah ini dengan mengirim surat kepada pemerintah daerah untuk diteruskan ke puskesmas-puskesmas, dokter atau bidan di daerah. Tetapi usaha ini kurang membuahkan hasil.

"Kita akan mencoba terobosan lain yaitu kontrol dari masyarakat.  Kita akan membuka hotline  yang nantinya masyarakat miskin yang bayar bisa langsung mengadu dan kita bisa melakukan tindakan lansung dengan menegor para bupati atau walikota supaya mereka dibebaskan," ujarnya.

Pembangunan model hotline ini, lanjut Sugiri, juga diharapkan menjadi sebuah warning system bagi BKKBN dalam mengatasi permasalahan progam KB di daerah.

"Bila masalahnya bersifat kasuistis, kita mungkin akan menyelesaikannya kasus per kasus. Tetapi bila sifatnya menyeluruh di kabupaten atau kota, barangkali masalahnya harus dibahas secara serius dengan DPRD, bupati walikota dan SKPDKB yang bertugas di situ," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau