JAKARTA, RABU - Sosok calon pengganti Kapolri Jend. Sutanto yang diajukan Presiden yakni Komisaris Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri dinilai Ketua Komisi III Trimedya Panjaitan sebagai figur yang tak terlalu istimewa karena tak ada prestasinya yang menonjol. Hal itu diungkapkan Trimedya di sela Rapat Dengar Pendapat dengan KPK kepada Kompas.com di ruang rapat Komisi III DPR RI, Rabu (10/9).
"Saya kenal sosok yang dicalonkan ini sekitar 4 tahunan saat menjabat Kanitserse Polda Jatim, dia pernah menjabat Kapolda Kalbar dan Sumut, lalu Kabareskrim Mabes Polri," ujarnya. Trimedya menjelaskan tidak ada yang menonjol dalam prestasi saat ia menjabat Kabareskrim selama setahun. Tetapi sewaktu Bambang menjabat Kapolda Sumut, dikatakannya, memang banyak kasus penting yang terungkap seperti Adelin Lis.
Saat ditanya apakah ada kemungkinan Bambang ditolak dalam fit and proper test, Trimedya menjelaskan memang ada mungkinan. "Tapi kan itu keputusan seluruh anggota, kita juga akan meminta laporan dari masyarakat mengenai sosok ini," tuturnya.
Ia menjelaskan proses fit and proper test diupayakan hasilnya sudah selesai sebelum 30 September 2008. "Kami baru terima surat dari pimpinan DPR hari ini, Kamis atau Jumat kami akan rapat internal dulu, setelah surat dibacakan di Paripurna, maka kami rencanakan fit and proper test minggu depan," ujarnya.
Mengenai pengajuan satu nama calon pengganti, Trimedya menyatakan menurut Undang-Undang No2/2002 tidak ada secara eksplisit, Presiden harus mengajukan dua atau tiga nama calon."Yah, kita lihat saja nanti dalam fit and proper test yang rencananya bisa minggu depan berlangsung," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang